Sepanjang 2020, Tabur Puja Cilacap Kehilangan Omzet hingga 40 Persen

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan Tabur Puja Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap kehilangan omzet pendapatan hingga 40 persen sepanjang tahun 2020 ini.

Manager Tabur Puja Wanareja, Sudaryanto mengatakan, pada awal tahun 2020, yaitu bulan Januari-Februari, perkembangan penyaluran kredit bantuan modal Tabur Puja cukup bagus dan ada peningkatan. Namun, saat pandemi Covid-19 mulai melanda, praktis penyaluran kredit menurun.

“Kita kehilangan potensi omzet pendapatan hingga 40 persen sepanjang tahun ini. Situasi pandemi Covid-19 mengharuskan kita lebih selektif dan berhati-hati dalam penyaluran kredit bantuan Modal Kita,” jelasnya kepada Cendana News, Kamis (17/12/2020).

Hilangnya potensi omzet tersebut, karena adanya pembatasan ketat untuk pencairan kredit bantuan Tabur Puja. Dimana pengurus harus lebih selektif untuk memproses pengajuan pinjaman, supaya tidak memperbesar nilai kredit yang macet.

Lebih lanjut Sudaryanto mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, rata-rata pencairan setiap bulan untuk Tabur Puja antara Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Dan setelah pendemi, angka penyaluran kredit menurun pada kisaran Rp 100 juta hingga maksimal Rp 150 juta per bulan.

“Penurunan penyaluran kredit, otomatis berdampak terhadap berkurangnya pendapatan Tabur Puja dan hal ini berlangsung sejak pandemi, jadi sudah berbulan-bulan lamanya, hingga terakumulasi 40 persen,” katanya.

Saat ini tercatat Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet pada program Tabur Puja Yayasan Damandiri di Kabupaten Cilacap terus mengalami peningkatan hingga 5,8 persen, namun Yayasan Damandiri tetap mencairkan bantuan kredit modal di tengah pandemi Covid-19.

Lihat juga...