Sidang Suap 14 Mantan Anggota DPRD Sumut Dimulai

Tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menangani perkara suap 14 mantan anggota DPRD Sumatera Utara saat mengikuti sidang perdana, Senin (14/12/2020) – Foto Ant

MEDAN – Perkara suap 14 mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dimulai. Perkara tersebut ditangani tiga orang penuntut umum, dan telah digelar sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (14/12/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wahyu, di Pengadilan Tipikor Medan mengatakan, sebenarnya penuntut umum yang menangani perkara tersebut sudah ada orangnya. Namun, pada sidang perdana ditangani oleh tiga penuntut umum dan pembacaaan dakwaannya dilaksanakan secara bergantian. “Jadi, ketiga penuntut umum membacakan dakwaan secara bergiliran,” jelasnya, usai persidangan.

Ia menyebut, ketiga JPU KPK yang bertugas pada hari ini adalah, Ronald Ferdinand, Hendradi, dan Wahyu. Sebelumnya, 14 orang mantan anggota DPRD Sumut diadili di Pengadilan Tipikor Medan, karena menerima uang suap Rp6,5 miliar dari Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Suap diberikan untuk pengesahan LPJP APBD Sumut TA 2012 dan APBD Perubahan TA 2013.

JPU KPK, Ronald Ferdinand, Hendradi, dan Wahyu dalam dakwaan yang dibacakan pada sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan menyebut, ke-14 terdakwa, NH, JH, AHH, SH, RML, ID, MA, IBN, SH, dan MLY, RN, LS, JS dan RPH, yang merupakan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014 -2019 menerima suap melalui sejumlah orang.

Diantaranya, ada Randiman Tarigan, yang merupakanSekretaris DPRD Sumut, Baharuddin Siagian Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, dan Muhammad Alinafiah Bendahara Sekretariat DPRD Provinsi Sumut. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan yang menyidangkan perkara tersebut diketuai Immanuel Tarigan, akan melanjutkan sidang pada Senin (21/12/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (Ant)

Lihat juga...