Sisa Saldo Pelatihan di Akun Peserta Kartu Prakerja, Ditarik

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah telah menutup semua aktivitas transaksi pembelian pelatihan di Kartu Prakerja sejak 15 Desember 2020 lalu. Sisa saldo yang masih tersimpan di akun setiap peserta pun akan ditarik kembali ke dalam kas negara.

“Kita sudah mengumumkan sejak November kemarin, baik di media sosial Prakerja maupun di seluruh akun peserta, bahwa batas akhir transaksinya itu 15 Desember. Setelah itu tidak ada lagi yang bisa menggunakan saldo pelatihannya,” ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, dalam jumpa pers virtual bertajuk Update Kartu Prakerja, Kamis (17/12/2020).

Selain itu, Denni juga menyatakan, bila peserta belum menyelesaikan pelatihan pertama di Kartu Prakerja sampai 15 Desember, maka insentifnya pun tidak bisa dicairkan.

“Seluruh insentif yang tidak tersalurkan akan kembali ke kas negara. Ini tentu sangat disayangkan, karena program ini sifatnya sekali seumur hidup, jadi kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, sangat sayang sekali,” tandas Denni.

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja sendiri belum bisa melaporkan berapa banyak sisa anggaran yang kembali ke kas negara. Namun Denni memastikan, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk program Kartu Prakerja di tahun 2021.

“Tentu nanti akan kita update kembali berapa jumlah anggaran yang kembali dan berapa banyak yang tidak menghabiskannya. Namun yang perlu kami sampaikan bahwa sejak 15 Desember sisa saldo tidak bisa digunakan lagi,” tukas Denni.

Di tempat terpisah, Ahmad Juhana, salah seorang peserta Kartu Prakerja membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, saldo yang tersisa di akunnya sebesar Rp750 ribu sudah tidak bisa lagi digunakan.

“Barusan saya coba beli pelatihan, tapi udah ngga bisa. Saya cuma pakai satu kali pelatihan saja di saldo itu,” katanya kepada Cendana News saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Juhana sendiri mengaku tidak terlalu kecewa sisa saldo pelatihannya tidak bisa kembali digunakan, pasalnya, sejak awal ia hanya mengharapkan insentif dari Program Kartu Prakerja.

“Jujur aja saya butuhnya insentif. Kalau pelatihannya tidak begitu butuh. Pertama prosesnya agak ribet dan juga butuh kuota banyak. Jadi yang penting insentif. Ngga papa sisanya kembali ke negara, semoga bisa bermanfaat untuk peserta lainnya nanti,” tutur Juhana.

Lihat juga...