Status Gunung Api Ile Lewotolok Masih Siaga

Editor: Koko Triarko

LEWOLEBA – Sejak erupsi awal Jumat (27/11/2020) dan erupsi besar pada Minggu (29/11/2020), status Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dinaikan ke level siaga. Pemerintah daerah pun telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung, untuk mengungsi sesuai rekomendari dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

“Kita sudah meminta agar warga yang berada dalam radius 4 kilometer agar mengungsi. Evakuasi besar-besaran telah dilakukan sejak Minggu (19/11/2020) lalu,” kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, saat dihubungi, Rabu (9/12/2020).

Thomas mengatakan,memang ada beberapa orang tua yang masih bertahan di desa karena memikirkan ternak dan harta benda mereka, termasuk membuat ritual adat di lereng gunung.

Wakil Bupati Lembata, NTT, Thomas Ola Langoday, saat dihubungi, Rabu (9/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ia  berharap tidak terjadi apa-apa dan bila ada tanda-tanda terjadi letusan, pemerintah akan melakukan evakuasi paksa. Sebab, pemerintah tidak ingin satu nyawa pun melayang akibat bencana ini.

“Sebenarnya masyarakat, terutama orang tua tidak mau dievakuasi karena merasa menyatu dengan alam, sehingga mereka percaya alam dan leluhur selalu menjaga mereka,” ujarnya.

Thomas menambahkan, pemerintah pun tetap melakukan evakuasi, sebab dikuatirkan terjadi letusan yang dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, terutama korban jiwa.

Sejauh ini, sambungnya, langkah persuasif tetap dilakukan, sebab dikuatirkan ketika akan dilakukan evakuasi paksa, masyarakat melarikan diri tanpa mengenakan masker dan bisa menimbulkan penyakit baru.

“Selain menimbulkan penyakit bagi manusia, dengan adanya dampak erupsi ini membuat debu akan menutupi tanaman dan bisa membuat tanaman mati. Dampaknya, hewan ternak terancam kehilangan rantai makanan,” ungkapnya.

Koordinator Pos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok, Ugan Boyson Saing, mengatakan, untuk meningkatkan pemantaauan terhadap aktivitas gunung api, PVMBG menambah personel pemantau yang ditarik dari beberapa pos pemantau di beberapa wilayah di Pulau Flores.

Menurut Uga, petugas melakukan pemantauan 24 jam untuk terus memonitor aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok, dan sejauh ini belum ada peningkatakan aktivitas beberapa gunung api di sekitarnya seperti Ile Werung, Batutara dan Sirung.

“Kita sudah sampaikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah dengan level 3 atau siaga, dan warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung. Namun di luar radius tersebut dapat beraktivitas seperti biasa,” terangnya.

Lihat juga...