Suplai BPNT Kulon Progo Gairahkan Pembudidaya Lele

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terkait suplai penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak beberapa tahun terakhir, terbukti mampu meningkatkan gairah para pembudidaya ikan lele, yang berdampak positif pada peningkatan hasil produksi ikan jenis air tawar itu secara signifikan di Kulon Progo. 

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, menyebut selama ini pemerintah daerah memang sengaja tidak menyerahkan suplai penyaluran BPNT senilai Rp10 miliar lebih per bulan kepada pedagang. Namun menyerahkannya langsung kepada kelompok-kelompok ternak termasuk kelompok petani ikan, untuk mensuplai kebutuhan ikan lele masyarakat.

“Kebijakan ini memberikan keuntungan ganda. Di mana selain kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi, masyarakat yang bekerja di sektor perikanan khusus ikan lele juga bisa diberdayakan. Karena hasil produksi mereka bisa langsung terserap,” katanya dalam acara panen perdana budidaya ikan lele program grantmaking di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Muhammadiah, Nanggulan, Kulon Progo, belum lama ini.

Salah satu bukti peningkatan jumlah produksi hasil budidaya ikan lele tersebut bisa terlihat sejak beberapa waktu terakhir. Sejak kebijakan terkait BPNT ini berjalan, Sutedjo menyebut ada kenaikan jumlah pembudidaya ikan lele di Kulon Progo. Bahkan 60 persen kebutuhan ikan lele di DIY saat ini dipenuhi dari hasil produksi ikan lele di Kulon Progo.

“Karena itu pemerintah daerah mendukung penuh upaya-upaya untuk terus mendorong masyarakat menjalankan usaha budidaya ikan lele. Karena kebutuhan akan ikan lele tidak akan pernah berhenti. Apalagi ada kebijakan berbeda terkait BPNT di kulon Progo,” katanya.

Lihat juga...