Tahu Gejrot Mang Juki, Kuliner Khas Cirebon yang Favorit di Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Tahu gejrot, makanan khas Cirebon yang terbuat dari tahu dan bumbu rempah, menjadi salah satu jajanan favorit di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Jajanan tersebut bisa ditemui di berbagai sudut di wilayah Kota Bekasi, baik dijajakan secara mangkal ataupun di jajakan berkeliling. Tapi, tahu gejrot Mang Juki, yang berlokasi di jembatan 7, Rawalumbu, salah satu yang wajib di coba.

Keberadaannya sudah 15 tahun, dan kini usaha tersebut sudah dijalankan sang anak yang bernama M. Marfu. Meski sudah di tangan generasi kedua, mutu dan rasa yang diwariskan sang bapak, sampai saat ini masih terjaga. Tahu Gejrot Mang Juki sudah cukup dikenal, meski hingga kini dijajakan masih dengan gerobak sederhana di tepi jalan. “Tahu gejrot Mang Juki, sudah sejak 15 tahun lalu mangkal di deket jembatan 7, Rawalumbu. Pelanggan-pun dari semua kalangan, sehari bisa habis seribu tahu lebih,” ujar Marfu, kepada Cendana News, Sabtu (12/12/2020).

Tahu gejrot disajikan dari tahu kopong goreng yang dipotong-potong, lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabai, bawang putih, bawang merah, gula dan disajikan dengan keci. Tapi Tahu Gejrot Mang Juki, menambahkan belimbing wuluh, sebagai penambah rasa asam alami. “Tahu Gejrot Mang Juki untuk bumbu kuah mungkin bedanya selalu menggunakan belimbing wuluh. Jadi asamnya lebih keluar dan alami,” jelas Marfu.

Tahu Gejrot Mang Juki, di Rawalumbu, jajanan khas Cirebon, yang banyak di buru penggemar di kota Bekasi. Tahu gejrot ini sudah 15 tahun mangkal di kawasan jembatan 7, dan saat ini dijalankan oleh generasi kedua M. Marfu, Sabtu (12/12/2020) – Foto M Amin

Menurutnya, untuk kebutuhan tahu sudah ada tempat khusus disekitar pasar proyek yang menjadi pemasok. Namanya tahu kopong, yang telah digoreng. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, gula merah, belimbing wuluh, garam gula dan kecap yang telah dicampur ke dalam kuah. Dihari biasa, tahu gejrot Mang Juki bisa terjual minimal tiga boks, dengan isi sekira 300 tahu disetiap boks. Jumlah tersebut akan meningkat bisa mencapai enam boks atau lebih jika akhir pekan. “Hari biasa, minimal seribu tahu terjual. Jika di rupiahkan omzet bisa mencapai Rp1 juta sehari, dengan harga mulai dari Rp7000 sampai Rp10 ribu per-porsinya,” tandas Marfu.

Pelanggan kebanyakan meminta untuk dibungkus. Padahal menurutnya, direkomendasikan untuk makan ditempat, karena tahu disajikan langsung di dalam kacek, atau tempat ulekan bumbu sehingga sensasi khas dari tahu gejrot. Untuk merasakan sensasi, Marfu mengaku belum menerapkan level seperti banyak jualan tahu gejrot ditempat lain. Tahu gejrot Mang Juki, lebih menyesuaikan selera pelanggan, untuk tingkat kepedasannya. “Jadi tidak ada level, tapi pelanggan yang sudah sering sudah memiliki kadar pedas sendiri sesuai dengan selera,” tukasnya.

Fatih, penyuka tahu Gejrot mengakui, banyak tempat di Kota Bekasi untuk menikmati tahu gejrot. Tapi dia lebih memilih Tahu Gejrot Mang Juki, karena sudah sesuai selera. “Sekarang tahu gejrot banyak menghadirkan konsep kekinian di berbagai lokasi, misalkan seperti level kepedasan sudah ditentukan pelanggan tinggal pilih. Tapi di tempat mang Juki, level pedasnya berbeda ada level pedas banget, sesuai permintaan pelanggan,” pungkasnya.

Lihat juga...