Tahun Baru di Jateng, tak Ada Kerumunan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Angka Covid-19 di wilayah Jateng masih tinggi. Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, per Rabu (16/12/2020) tercatat ada sebanyak 10.361 kasus aktif, yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

“Melihat data tersebut, saya sudah mengirimkan surat kepada teman-teman bupati/walikota, agar pada libur akhir tahun ini, untuk tidak ada perayaan. Meski demikian, perayaan tetap bisa dilakukan, namun ada caranya. Umpama, pemerintah daerah memberikan fasilitas dengan streaming atau mungkin bekerjasama dengan media televisi lokal.

Harapannya, dengan cara itu masyarakat, tetap bisa merayakan meskipun rasanya berbeda dengan perayaan pergantian tahun sebelumnya,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Rabu (16/12/2020).

Dipaparkan, upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Jateng, yang saat ini angkanya masih tinggi.

“Jadi, semua sebenarnya punya kesempatan, untuk merayakan, hanya sistemnya saja diubah. Mungkin dengan cara menampilkan secara digital, menggunakan media sosial juga tetap masih bisa dirayakan. Namun kalau acara yang berkerumun, tidak kita izinkan,” tandasnya.

Sementara, terkait untuk perayaan hari besar keagamaan, Ganjar mengaku sudah membicarakan hal tersebut bersama ulama, pendeta, pastor serta para tokoh agama lainnya, bahwa kegiatan juga akan dibatasi dan dilakukan secara streaming.

Di lain sisi, pihaknya juga meminta agar warga dari luar Jateng, tidak perlu mudik pada libur Nataru. “Kita berharap tidak usah mudik. Kalau harus mudik maka kemarin Menko Marinves sudah memerintahkan semua yang pergi, harus PCR dengan antigen. Inilah yang kita harapkan bisa mencegah atau mendeteksi secara dini mereka yang berpindah atau masuk itu betul-betul aman,” katanya.

Lihat juga...