Lebaran CDN

Tak Berizin, Puluhan Lapak PKL di Semarang Dirobohkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Tri Agung tidak bisa berbuat banyak, tatkala puluhan petugas Satpol PP Kota Semarang bersama tim gabungan, membongkar lapak usaha miliknya berupa warung susu rempah dan kerang, yang berdiri di Jalan HR Hadijanto, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Selasa (22/12/2020).

Dirinya tidak menyangka jika usaha yang baru dirintis sebulan tersebut, harus terhenti untuk sementara, karena warung kaki lima yang selama ini digunakan harus dirobohkan.

“Memang tidak ada izin ke pemerintah, atau ke kelurahan, hanya izin ke pemilik lahan. Tidak bayar. Selama ini sudah diperbolehkan, namun ternyata dari Pemkot Semarang dinilai menyalahi aturan, jadi harus dibongkar,” paparnya.

Nasib serupa juga menimpa puluhan bangunan liar lainnya yang berdiri di sepanjang jalan menuju kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Gunungpati tersebut. Rata-rata banguan liar tersebut, terbuat dari kayu, triplek, beratapkan seng.

Selain dilakukan secara konvensional, dengan bantuan linggis, Satpol PP Kota Semarang juga mengerahkan satu alat berat untuk membantu pembongkaran. Tidak mencapai satu jam, seluruh lapak pedagang kaki lima (PKL) di wilayah tersebut, rata dengan tanah.

Lurah Sekaran, Eko Slamet Riyanto, memaparkan sebelumnya pihak kelurahan sudah melayangkan surat peringatan kepada para pedagang yang membuka lapak di sepanjang jalan tersebut.

Lurah Sekaran, Eko Slamet Riyanto saat ditemui di sela pembongkaran lapak PKL liar di kawasan Sekaran Gunungpati, Selasa (22/12/2020). Foto: Arixc Ardana

“Mereka ini rata-rata sudah berjualan cukup lama di sini, bahkan ada yang lebih dari dua tahun. Lama kelamaan kok tambah banyak. Sudah kita berikan peringatan sebanyak tiga kali sejak September 2020 lalu, yang intinya mereka dilarang berjualan di wilayah tersebut,” tandasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, pihaknya sudah berkomitmen untuk menegakkan perda di wilayah Kota Semarang. Termasuk akan keberadaan bangunan liar, yang tidak berizin atau dibangun di atas wilayah yang bukan peruntukannya.

“Hari ini kita bongkar sebanyak 25 warung atau lapak liar yang tidak berizin. Selain tidak berizin, keberadaan lapak PKL ini membuat kesan kumuh di sepanjang jalur menuju kampus Unnes. Untuk itu perlu ditata,” tegasnya.

Sebelumnya, dari pihak kelurahan dan kecamatan juga sudah memberikan peringatan kepada para pedagang di wilayah tersebut, untuk membongkar lapak mereka masing-masing.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto, meminta kepada masyarakat jika mengetahui adanya bangunan liar tidak berizin, untuk segera dilaporkan agar bisa ditindak lanjuti, saat ditemui di sela pembongkaran lapak PKL liar di kawasan Sekaran Gunungpati, Selasa (22/12/2020). Foto: Arixc Ardana

“Ada yang sudah dengan kesadaran sendiri membongkar, namun ada juga yang masih membandel. Jadi hari ini, semuanya kita bongkar paksa dan dirobohkan. Jika nanti didirikan lagi, akan kita bongkar lagi,” lanjut Fajar.

Pihaknya pun meminta masyarakat atau pihak lain, jika mengetahui ada bangunan liar tidak berizin di Kota Semarang, bisa menyampaikan ke kelurahan, kecamatan atau pun langsung ke Satpol PP Kota Semarang.

“Setelah wilayah Sekaran Gunungpati, selanjutnya akan kita sasar wilayah Ngaliyan. Pokoknya kalau ada bangunan liar, tidak izin, akan kita bongkar semua,” pungkas Fajar.

Lihat juga...