Taman Tugu Juang Lokasi Alternatif Bersantai di Bandar Lampung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Tugu Juang atau dikenal Tugu Juang 45 menjadi salah satu landkmark menarik di kota Tanjung Karang, Bandar Lampung. Taman berciri khas sebuah tugu menjulang setinggi delapan meter tersebut terlihat gagah.

Lampu warna warni dari light emitting dioede (LED) menambah semarak taman tersebut. Suasana keramaian kota di dekat Stasiun Tanjung Karang dan Katedral Kristus Raja itu semakin menambah keindahan landmark yang ada sejak tahun 2016 silam itu.

Nursanti, salah satu warga Pasir Gintung,Tanjung Karang menyebut taman di pusat kota tersebut cukup menarik. Lokasi di pertemuan tiga jalan menjadikan lokasi taman mudah dijangkau dari berbagai arah. Taman Tugu Juang tepat berada di depan Gedung Juang 45 yang merupakan ujung Jalan Teuku Umar. Simbol tiga pejuang menghadap Jalan Kotaraja, Jalan Kartini dan Jalan Teuku Umar.

Pilihan untuk bersantai di taman Tugu Juang menurut Nursanti cukup tepat. Sebab ia bisa mengajak kerabat dan anak-anak menikmati suasana kota Bandar Lampung kala malam. Fasilitas tempat duduk unik bergaya lama dan lampu penerangan bergaya klasik jadi penambah keindahan. Penyuka fotografi untuk media sosial Instagram itu menyebut semarak lampu warna warni jadi lebih menarik.

“Lokasi yang strategis dengan area parkir untuk kendaraan motor membuat kita bisa betah duduk lama di taman sembari menikmati makanan dan minuman ringan,memperbanyak angle foto dengan lampu warna warni berlatar belakang tugu juang jadi alasan kami mengunjungi lokasi ini,” terang Nursanti saat ditemui Cendana News di taman Tugu Juang, Minggu (13/12/2020) malam.

Nursanti (berdiri) dan Bella sahabatnya mengajak serta anak menikmati suasana Tugu Juang 45 yang menarik untuk bersantai kala malam hari, Minggu malam (13/12/2020). -Foto: Henk Widi

Sebagai sebuah taman, lokasi Tugu Juang tambah Nursanti dilengkapi dengan kolam air mancur. Kolam yang dihiasi dengan ikan warna warni, melati air tersebut diberi pagar dan tempat duduk. Taman juga dilengkapi dengan sejumlah tanaman beringin korea, pohon melati serta rumput Australia yang menyerupai permadani. Rumput yang bersih memungkinkan pengunjung duduk di atasnya.

Nursanti bilang ia bisa mengunjungi taman Tugu Juang dari Jalan Kartini. Kendaraan roda dua atau motor yang akan parkir harus melintasi rute satu arah agar bisa parkir di lokasi taman juang. Setelah membeli sejumlah kuliner tradisional yang dijual pada sepanjang Jalan Kartini,ia bisa menikmatinya pada taman tugu juang.

Lihat juga...