Taman Wijaya Kusuma Cilandak Jadi Tempat Wisata Keluarga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Hampir seluruh ruang terbuka hijau ditutup oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama masa pandemi Covid-19, namun tidak dengan Taman Wijaya Kusuma Cilandak, Jakarta Selatan.

Tidak ada tulisan larangan, tidak ada pula petugas yang melarang aktivitas masyarakat di taman tersebut. Kini, taman Wijaya Kusuma Cilandak menjadi tempat wisata keluarga yang digemari warga setempat.

Berdasarkan pantauan Cendana News, setiap pagi dan sore di akhir pekan, taman seluas kurang lebih 1 hektare itu selalu ramai dikunjungi untuk bermain bersama keluarga, ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga.

Tari Riyanti, Warga Jalan Dapur Susu, Cilandak Jakarta Selatan mengaku bersyukur karena Taman Wijaya Kusuma tidak ditutup, pasalnya, saat ini sangat sulit menemukan ruang terbuka hijau di Jakarta yang menyediakan fasilitas bermain anak.

“Semuanya ditutup. Biasanya saya ke Hutan Kota Pondok Labu, tapi sampai sekarang masih ditutup. Cuma Taman Wijaya Kusuma saja yang buka, jadi ajak anak bermain yang murah ya Cuma di sini,” ujar Tari kepada Cendana News, Minggu (27/12/2020) di lokasi tersebut.

Terkait kemungkinan terjadinya penularan Covid-19, Tari mengaku tidak terlalu khawatir. Menurutnya, yang terpenting adalah tetap menjalankan protocol kesehatan secara disiplin dan teratur.

“Di sini orang-orang jaga jarak dan pakai masker kok. Insya Allah, yang penting dari kitanya saja dulu yang mau menjaga,” tandasnya.

Suasana di sekitar Taman Wijaya Kusuma Cilandak, Jakarta Selatan yang masih di buka selama masa pandemi Covid-19, Minggu (27/12/2020). Foto Amar Faizal Haidar

Masih dibukanya Taman Wijaya Kusuma juga turut menjadi berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima yang sejak lama sudah berjualan di sana. Bahkan, pendapatan mereka mengalami peningkatan, karena jumlah pengunjung yang datang juga semakin ramai.

“Alhamdulillah masih dibuka sampai sekarang, kalau taman ini ditutup pasti susah cari uangnya. Alhamdulillah juga pendapatan bertambah karena pengunjungnya ramai,” kata Takdir, Pedagang Telur Gulung kepada Cendana News di hari dan tempat yang sama.

Takdir mengaku kerap meminta agar para pelanggannya untuk tidak berkerumun, sehingga tetap menjaga jarak antar sesama. Meski bagaimanapun, Takdir menegaskan, Kesehatan masyarakat tetap yang utama.

“Saya suka minta pelanggan duduk aja di taman, nanti saya yang antarkan pesanannya. Sebab kalau ngumpul semua di gerobak kan khawatir juga. Yang utama Kesehatan, kalau ada yang Covid, pasti ini taman bakal ditutup. Jadi sama-sama menjaga saja,” pungkas Takdir.

Lihat juga...