Tape Ketan, Sajian Tradisional Suguhan Bagi Tamu Kala Kunjungan Natal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Perayaan Natal di sejumlah pedesaan Lampung Selatan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan. Tradisi kunjungan ke kerabat yang beragama Kristiani tetap dilakukan sejak Jumat (25/12/2020) hingga awal tahun baru 2021 mendatang. Berbagai jenis kuliner kala Natal jadi salah satu pelengkap, salah satunya tape ketan.

Sumarni, salah satu warga Kelaten menyebutkan, pembuatan tape ketan menurut Sumarni cukup mudah. Pilihan pembuatan dilakukan dengan proses langsung dikemas memakai daun pisang kepok sebelum fermentasi. Cara kedua dilakukan dengan proses pembungkusan memakai daun pisang setelah fermentasi. Ia memilih cara kedua agar kondisi daun tetap segar dan kesegaran alami tape ketan bisa dipertahankan.

“Tape ketan menjadi salah satu sajian wajib kala acara khusus dalam keluarga yang berasal dari Jawa termasuk kala merayakan Natal, pembuatan bisa dilakukan beberapa hari sebelum penyajian, agar tingkat kematangan penghasil rasa manis bisa sempurna,” terang Sumarni saat ditemui Cendana News, Sabtu (26/12/2020).

Sumarni bilang pembuatan tape ketan sebagai kuliner tradisional cukup rumit. Namun tradisi kuliner warisan leluhur tersebut tetap terjaga seiring dengan kebutuhan tape ketan untuk sejumlah acara. Dibuat melalui proses fermentasi kuliner tersebut menghasilkan rasa manis dari proses fermentasi. Mengandung alkohol setelah fermentasi beberapa hari membuat tape ketan memberi rasa hangat di tubuh.

Bahan pembuatan tape ketan sebut Sumarni cukup sederhana. Jenis ketan putih dipilih olehnya untuk menghasilkan tape dengan cita rasa manis. Ia juga kerap membuat tape berbahan ketan hitam dan singkong sesuai dengan pasokan bahan baku.

“Tape ketan dibuat setelah proses pengukusan beras yang diberi taburan ragi sebagai bahan untuk penyempurna proses fermentasi,” terang Sumarni.

Kunci keberhasilan berada pada saat proses penyiapan bahan. Kebersihan wadah menghindari agar ragi yang menjadi kunci proses fermentasi tidak terkontaminasi dengan zat lain. Ia menyiapkan bahan sebanyak 10 kilogram beras ketan untuk pembuatan tape. Selanjutnya beras akan dikukus hingga matang.

Tape terbuat dari ketan putih dalam proses pembuatannya menggunakan ragi untuk proses fermentasi, Sabtu (26/12/2020). Foto: Henk Widi

Tekhnik melakukan proses fermentasi dilakukan dengan menyimpan beras ketan yang dikukus pada wadah tenggok yang terbuat dari anyaman bambu dan diberi alas daun pisang. Setelah diletakkan pada wadah, beras ketan yang telah matang akan diberi taburan ragi.

“Setelah diberi tutup daun pisang selanjutnya beras ketan yang telah diaru memakai ragi ditutup lagi memakai kain,” cetusnya.

Sumarni bilang setelah empat hari tape ketan akan matang. Perubahan warna beras ketan dari semula putih bersih menjadi putih pucat, tekstur lembut dan aroma wangi alkohol jadi tanda tape matang.

Agus, salah satu pengunjung pada salah satu kerabat yang merayakan Natal mengaku menyukai tape ketan. Jenis kue tradisional tersebut kerap jadi pelengkap hidangan lain. Memiliki rasa manis dan penghangat badan, tape ketan cocok disajikan kala penghujan.

“Ketan yang telah menjadi tape akan menggumpal dengan tekstur lembut dan menghasilkan cairan beraoma alkohol,” cetusnya.

Menikmati tape ketan semakin nikmat saat dimakan bersama roti bolu. Sajian tape ketan yang dihidangkan saat Natal sebutnya jadi keberagaman kuliner tradisional. Tape ketan juga akan lebih nikmat disantap menjadi es buah yang siap disajikan sebagai minuman.

Yohana, salah satu jemaat Katolik stasi Santo Petrus dan Paulus menyebut ia menyediakan beragam kuliner. Jenis kue yang kerap disajikan d iantaranya kastanyel, nastar, roti bolu dan sejumlah minuman. Sajian kue tape ketan kerap dipilih oleh kerabat yang berkunjung ke rumahnya. Disantap kala musim penghujan tape ketan membantu kondisi badan tetap hangat dan mengenyangkan.

Lihat juga...