Teknologi Omics Dukung Peningkatan Produksi Hewan Ternak

JAKARTA — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan teknologi Omics dukung peningkatan kualitas dan produksi peternakan khususnya sapi untuk mendukung swasembada daging nasional.

“Dengan penemuan perkembangan peralatan lab yang semakin canggih memungkinkan untuk mempelajari dari tahapan protein sampai metabolome,” kata peneliti dari Pusat Bioteknologi LIPI Syahruddin Said dalam seminar virtual (webinar) Riset Bioteknologi untuk Peternakan Berkelanjutan, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Omics mencakup berbagai disiplin ilmu dalam biologi yakni genomik (genomics), transkriptomika (transcriptomics), proteomik (transcriptomics), dan metabolomik (metabolomics).

Dengan memanfaatkan teknologi Omics, maka dapat menghasilkan bibit unggul sapi atau kerbau ternak, memahami perkembangan mulai dari pemilihan gen, pembentukan embrio hingga menghasilkan individu yang berkualitas dengan sasaran keunggulan individu yang diinginkan.

“Kita bisa mengidentifikasi bahwa ada protein yang terkait sapi yang fertil dan tidak fertil,” tuturnya.

Syahruddin menuturkan fertilitas pejantan berperan sangat penting untuk efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan.

Syahruddin mengatakan Omics kemungkinan menjadi generasi kelima dari perkembangan bioteknologi reproduksi hewan.

Dalam seminar virtual itu, dia mengelompokkan generasi perkembangan bioteknologi reproduksi hewan ke dalam lima generasi yang dimulai dari generasi pertama hingga kelima yaitu inseminasi buatan yang muncul pada tahun 1819, transfer embrio pada 1951, in vitro fertilisasi pada 1981, kloning/transgenesis pada 1996, dan saat ini Omics.

Teknologi inseminasi buatan (IB) bermanfaat untuk menghindari penyebaran penyakit reproduksi, efisiensi penggunaan pejantan, dan perbaikan mutu genetik ternak.

Kemudian pada 1989, muncul teknologi baru yakni sperm sexing. Pemanfaatan teknologi itu memberikan keunggulan yakni dapat memproduksi anak sesuai jenis kelamin yang diinginkan, strategis untuk pembibitan sapi perah (pilih betina) dan sapi potong (pilih jantan), menentukan komposisi jantan dan betina dalam suatu populasi.

Lihat juga...