Temuan Cabai Mengandung Pewarna, 2 Saksi Diperiksa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Banyumas menemukan cabai rawit merah yang diduga mengandung pewarna atau cat. Setelah dilakukan penelusuran bersama jajaran Polresta Banyumas, diamankan 2 kilogram cabai mengandung pewarna dan dua orang saksi dari pedagang.

Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto mengatakan, penjualan cabai yang diduga mengandung pewarna tersebut ditemukan pada beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Wage, Pasar Cermai dan Pasar Sokaraja. Atas penemuan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyumas dan melakukan penelusuran asal cabai tersebut.

“Tadi kita ke Pasar Cermai dan dari keterangan pedangan, cabai tersebut diperoleh dari salah satu tengkulak di Kecamatan Sumbang. Kita pun langsung meluncur ke Sumbang dan ditemukan ada 2 kilogram cabai yang diduga mengandung pewarna,” kata Suliyanto, Rabu (30/12/2020) petang.

Hanya saja untuk mengetahui secara pasti apakah cabai tersebut mengandung bahan berbahaya, harus dilakukan uji laboratorium tersebih dahulu.

“Untuk proses selanjutnya, kita sudah serahkan kepada jajaran Polresta Banyumas. Namun untuk proses uji laboratorium memang dibutuhkan waktu sekitar dua minggu,” tuturnya.

Kanit IV Sat Reskrim Polresta Banyumas, Iptu Yosua Farin Setiawan mengatakan, menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dan hari ini sudah ada empat orang pedagang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Tetapi baru dua pedangang yang bisa hadir untuk menjalani pemeriksaan.

“Proses penyidikan sudah berjalan, ada empat orang pedagang yang kita panggil untuk memberikan keterangan, yaitu satu pedang dari Pasar Cermai, 2 pedagang dari Pasar Wage dan 1 pedagang dari Pasar Sokaraja. Namun yang bisa hadir hari ini baru dua, sehingga nanti akan kita jadwal ulang untuk pemanggilan saksi lainnya,” jelasnya.

Iptu Yosua menekankan, jika memang ditemukan kandungan zat pewarna yang berbahaya dalam cabai tersebut, maka akan dilakukan proses hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Yunianto mengatakan, dalam sepekan terakhir harga cabai rawit merah memang mengalami kenaikan. Dari semula Rp 44.000 per kilogram, naik menjadi Rp 54.000 dan kemudian naik kembali menjadi Rp 60.000 per kilogram. Dari laporan UPTD Pasar Wage, di pasar tersebut ditemukan ada lima orang pedagang yang menjual cabai mengandung zat pewarna.

“Ada lima dua cabai yang diduga mengandung pewarna, cabai tersebut dioplos dengan cabai biasa, masing-masing dua berisi 30 kilogram cabai yang sudah dioplos,” katanya.

Guna mengantisipasi adanya hal serupa, Dinperindag Banyumas akan meningkatkan pantauan harga pangan di lapangan, termasuk harga serta kondisi bahan pangan.

Lihat juga...