Tersangka Travel Umrah di Aceh Bersedia Kembalikan Uang Jemaah

Kuasa Hukum Akmal Hanif selaku pemilik Travel Elhanif Group, Rizal S. -Ant

MEULABOH – Keluarga besar Akmal Hanief didampingi kuasa hukumnya, meminta para jemaah umrah yang belum bisa berangkat untuk tidak melaporkan lagi dirinya ke polisi. Keluarga Akmal Hanief berkomitmen menyelesaikan pengembalian uang calon jemaah umrah yang belum bisa berangkat.

“Jika jemaah lainnya melapor lagi ke polisi, maka komitmen Travel El Hanif untuk menyelesaikan pengembalian uang jemaah tidak akan pernah terwujud,” kata kuasa hukum Akmal Hanief, Rizal S & Partners dalam keterangan tertulis diterima di Meulaboh.

Menurut Rizal, penyelesaian hak-hak jemaah makin tertunda, jika Akmal Hanif akan lebih lama mendekam di penjara tanpa dapat menyelesaikan hak jemaah, karena terhadap pengembalian uang jemaah tersebut Akmal Hanif tidak dapat berusaha maksimal akibat kurungan badan, sebagai tahanan dugaan penipuan dan penggelapan.

“Keluarga besar Akmal Hanif berkomitmen akan menyelesaikannya, dan saat ini sedang berkomunikasi dengan sejumlah jemaah untuk bersabar, dan kami akan menemui mereka satu per satu,” kata Rizal.

Komitmen tersebut, menurut Rizal supaya hak jemaah, yaitu uang setoran umrah bisa dikembalikan. Keluarga Akmal Hanief juga menyediakan Call Center, di nomor 085296740760. Semua jemaah umrah dapat berkomunikasi di nomor tersebut.

“Jemaah umrah jangan terpancing dengan isu yang tidak benar, apalagi dikompori oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Keluarga Elhanif insyaallah bertanggung jawab,” kata Rizal.

Saat ini, Akmal Hanif pemilik Travel Elhanif Group sedang dalam proses penahanan di Polda Aceh.

Terungkapnya dugaan penipuan jemaah umrah PT El Hanif Tour and Travel berawal ketika 47 orang mendaftar dan menyetor biaya umrah ke agen perusahaan di Aceh Tengah pada April 2018.

Biaya umrah yang dibayarkan berkisar Rp17 juta hingga Rp23 juta, sehingga totalnya mencapai Rp891 juta. Mereka dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada Desember 2019. Namun, hingga 2020, mereka tidak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi di Mapolda Aceh yang dirilis pada Jumat (4/12) lalu, di Banda Aceh, tersangka Akmal Hanif kepada penyidik beralasan tidak memberangkatkan jemaah karena perusahaannya bangkrut.

Uang yang disetor 47 orang tersebut digunakan untuk memberangkatkan jemaah lainnya, seperti diterangkan Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, di Banda Aceh kepada awak media. (Ant)

Lihat juga...