Tes Usap Massal Buruh Bekasi Dilanjutkan Awal 2021

Seorang warga sedang dilakukan tes usap oleh tim gugus tugas COVID-19 – foto Ant

CIKARANG – Program tes usap massal, terhadap buruh kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini ditunda dulu secara sementara pelaksanaanyan. Rencananya akan kembali dilanjutkan pada awal 2021 mendatang.

Komandan Distrik Militer 0509 Kabupaten Bekasi, Letnan Kolonel Kavaleri Tofan Tri Anggoro mengatakan, penundaan pelaksanaan tes usap massal tersebut berkaitan dengan perubahan skema pemetaan kluster industri. Saat ini kegiatannya terfokus pada transmisi lokal di setiap perusahaan.

“Jadi tidak sekedar tes usap massal. Targetnya-pun tidak lagi 12.000 pekerja, tapi tidak terbatas dengan menyasar transmisi lokal di setiap perusahaan. Rencananya akan mulai dilakukan awal tahun depan setelah kita lakukan evaluasi,” kata Letkol Tofan di Cikarang, Kamis (24/12/2020).

Komandan Distrik Militer 0509 Kabupaten Bekasi, Letnan Kolonel Kavaleri Tofan Tri Anggoro – Foto Ant

Tofan, yang juga koordinator pelaksanaan tes usap massal di Kabupaten Bekasi menyebut, program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut, semula menargetkan 12.000 pekerja kawasan industri. Tes tersebut, ditargetkan selesai dalam 12 hari, dengan 1.000 tes per hari hanya saja hingga kini baru terealisasi sebanyak 1.200 pekerja.

Penundaan tes usap massal juga disebabkan fokus gugus tugas pada sejumlah agenda akhir tahun, mulai pemilihan kepala desa serentak hingga antisipasi ledakan kasus saat libur panjang akhir tahun. Selain itu juga keterbatasan sarana, menjadi faktor mendasar kebijakan penundaan tes usap massal karyawan pabrik.

Dari catatannya, sedikitnya ada 1,7 juta jiwa yang merupakan pekerja sektor industri di wilayah tersebut. “Jika dipaksakan sehari 1.000 tes akan memakan waktu cukup lama. Untuk itu skema tes usap massal selanjutnya akan terfokus kepada perusahaan yang menimbulkan transmisi penyebaran COVID-19,” katanya.

Apabila ditemukan penyebaran kasus di suatu perusahaan, setelah dilakukan tes usap massal maka tes selanjutnya akan difokuskan di perusahaan tersebut. “Kami juga akan terapkan skema purposive sampling, jadi tes per-perusahaan, per-line, per-sif. Sehingga akan ketahuan jika ada transmisi lokal fokus di salah satu perusahaan. Tapi bukan hanya di industri melainkan di kelompok masyarakat juga,” ungkapnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi kini juga tengah menyiapkan penambahan sarana isolasi terpusat, untuk mengantisipasi ledakan kasus setelah tes usap massal skema baru ini digelar. “Setidaknya dibutuhkan empat hotel baru untuk menambah kapasitas ruang isolasi pasien. Dua hotel khusus untuk tenaga kesehatan serta dua hotel lainnya untuk pasien. Sudah kami ajukan ke BNPB,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...