Tiga Pulau di Makassar Miliki Pengolah Air Siap Minum

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah meresmikan tiga unit pengolah air siap minum (arsinum) untuk tiga pulau di Kota Makassar.

Tiga pulau tersebut yakni Pulau Samalona, Lanjukang dan Langkai. Pada peresmiannya, Nurdin Abdullah didampingi Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin di Pulau Samalona, Minggu.

“Tahun ini ada di Samalona, Lanjukang maupun Langkai. Harapan kita kebutuhan dasar masyarakat itu bisa kita penuhi. Pendidikan, kesehatan, lalu kita benahi infrastruktur untuk mendukung pariwisata,” kata Nurdin Abdullah.

Sedianya Nurdin akan melakukan peresmian di Pulau Lanjukang Kelurahan Barrang Caddi sebagai simbolisasi hadirnya arsinum di tiga pulau tersebut, namun karena kondisi cuaca tidak memungkinkan sehingga Nurdin Abdullah akhirnya melakukan peresmian di Pulau Samalona.

Hadirnya fasilitas ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Nurdin mengungkapkan bahwa sebelumnya unit instalasi serupa telah hadir di Pulau Barrang Caddi yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat, jasa mereka juga ditanggung oleh Pemprov Sulsel.

Selanjutnya, Ia berharap BPPT akan menyiapkan air bersih untuk masyarakat.

“Kalau sekarang air langsung minum. Tahap berikutnya air bersih yang kita instalasi ke rumah-rumah. Jika ini kita sentuh, masalah pemenuhan air puluhan tahun sudah selesai,” jelasnya.

Perekayasa Pertama Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Imam Septiadi menjelaskan terkait proses penyaringan air siap minum.

Ia menyampaikan bahwa proses penyaringan awal biasanya menunjukkan air sumur yang masih asin/payau. Kemudian penyaringan pasir dilakukan untuk menghasilkan air bersih yang selanjutnya air baku ini menuju peningkatan proses menjadi air minum.

Selanjutnya, terjadi proses penyaringan molekul, selain molekul air. Molekul lainnya tidak dapat masuk, termasuk garam, bakteri dan mikroba.

“Jadi yang keluar benar-benar air. Dari penampungan ini juga ada ultra violet untuk menghindari kontaminasi. Sebelum masuk galon kita ada ultra violet lagi, jadi dua kali sterilisasinya,” jelasnya.

Kata dia, sampel air juga telah dikirim ke Jakarta. Adapun kualitas baku mutunya sama dengan air minum dalam kemasan dan arsinum ini dapat menghasilkan Sekitar 144 galon pada saat beroperasi sekitar satu jam.

Dalam peresmian ini turut hadir Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel M Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Prof Muhammad Jufri.

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan lantaran Pemprov Sulsel mempersiapkan siswa SMK untuk belajar dan transformasi ilmu serta teknologi yang diharapkan nantinya akan dilibatkan dalam pengelolaan arsinum ini. (Ant)

Lihat juga...