Tingkat Hunian Hotel Libur Natal dan Tahun Baru di Kota Bogor Turun

Hotel di Kota Bogor – Foto Ant

Menurut Eka, aturan aturan wajib memperlihatkan hasil tes rapid antigen atau hasil tes swab PCR yang negatif, adalah berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 440.45-911 tahun 2020, serta Surat Edaran Satgas COVID-19 Kota Bogor Nomor 01/STPC.BGR/XII Tahun 2020, yang mengacu pada Serat Edaran Gubernur Jawa Barat.

Pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini, pengelola hotel juga tidak diizinkan membuat kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan. Aturan tersebut diberlakukan mulai 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Pengelola hotel di Kota Bogor disebutnya, mematuhi aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bogor, sasarannya untuk mencegah dan menekan penularan COVID-19.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cabang Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan, adanya aturan wajib memperlihatkan hasil tes rapid antigen atau hasil tes swab PCR yang negatif, berpengaruh terhadap okupansi hotel. “Ada penurunan sekitar 15 persen hingga 20 persen,” ungkapnya secara terpisah.

Menurut dia, adanya aturan ini untuk jangka pendek memang agak memberatkan pengelola hotel. Tetapi untuk jangka panjang, justru mendukung agar pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga industri pariwisata tumbuh normal kembali. (Ant)

Lihat juga...