Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada Sleman Versi Bawaslu Mencapai 70 Persen

Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan darurat COVID-19 di Asrama Haji Sleman bertugas melayani penghuni isolasi dalam memberikan hak suara pada Pilkada Sleman 2020 - Foto ANTARA

SLEMAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 Sleman mencapai sekira 70 persen.

“Ada penurunan partisipasi pemilih pada Pilkada Sleman 2020 jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Pada Pilkada Sleman 2020, partisipasi pemilih hanya sekitar 70 persen dari target sebesar 80 persen,” kata Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, Senin (14/12/2020).

Rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Sleman 2020, dimungkinkan karena faktor pandemi COVID-19. Sehingga masih ada keraguan dari pemilih untuk datang ke TPS memberikan hak suara. “Logistik pada Pilkada Sleman 2020 ini banyak yang tersisa, padahal pada Pemilu 2019 sejumlah TPS kekurangan surat suara. Ini berarti partisipasi pemilih terjadi penurunan,” jelasnya.

Lihat juga...