TNI-Polri Siap Bantu Pengungsi Bencana di Lembata

LEWOLEBA – Gunung Api Ile Lewotolok yang berada di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur,  mengalami erupsi sejak Jumat (27/11/2020), dan menyebabkan 5.526 orang mengungsi.

Saat mengunjungi posko pengungsian utama di bekas kantor Bupati Lembata, bersama Danrem 161 Wirasakti Kupang,  Aspotmar Danlantamal VII Kupang, Kadislog Lanud El Tari, Kupang serta Kabinda NTT, Kapolda NTT memastikan TNI dan Polri siap membantu Satgas Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Lembata.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif, SH., saat ditemui di posko pengungsian bekas kantor Bupati Lembata, NTT, Selasa (1/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Kita telah melihat langsung kesiapan dan penanganan yang telah dilakukan, dan kita bersinergi dengan Satgas Tanggap Darurat yang telah dibentuk Pemda Kabupaten Lembata,” kata Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH., saat ditemui Cendana News di Posko Pengungsi di bekas kantor Bupati Lembata, Selasa ( 1/12/2020).

Latif mengatakan, TNI dan Polri siap membantu, baik personel, peralatan dan perlengkapan sesuai kebutuhan  untuk misi kemanusiaan di Kabupaten Lembata.

Diakuinya, pihaknya diperintah langsung Panglima TNI dan Kapolri, sehingga hari ini, Selasa (1/12/2020) hadir langsung sebagai kepedulian atas erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di kabupaten Lembata.

“Kita sudah melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan hal-hal yang masih perlu ditambahkan dalam kegiatan misi kemanusiaan di Lembata. Dalam kegiatan ini, kami membawa bantuan kemanusiaan dari Panglima TNI dan Kapol,” tuturnya.

Latif menambahkan, untuk sementara  pihaknya membawa bantuan kebutuhan yang diperlukan masyarakat yang mengalami musibah, seperti kursi roda, selimut, beras, alat-alat kesehatan, obat-obatan dan lainnya.

Disebutkannya, bantuan tersebut dibawa menggunakan pesawat, sementara bantuan yang jumlahnya lebih besar menyusul akan dibawa menggunakan kapal laut.

“Saya berharap kita tetap menjaga kesehatan, karena situasi sedang Covid-19, dan saya berharap agar situasi cepat pulih kembali agar kita bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya.

Latif juga meminta agar semua masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban, walaupun dalam kondisi bencana serta pengaturan di tempat pengungsian maupun di rumah-rumah yang ditinggalkan warga untuk mengungsi.

Ia menegaskan, aparat TNI dan Polri tetap melaksanakan patroli lingkungan untuk  menjamin dan menjaga keamanan lingkungan, serta rumah dan aset milik warga yang ditinggalkan pengungsi.

“Saya juga tadi sudah berkoordinasi dengan Bupati Lembata untuk tenaga kesehatan dokter dan paramedis untuk memberikan pelayanan maksimal. Kita memberikan atensi dan penguatan agar situasi di Lembata bisa pulih kembali,” ucapnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan untuk saat ini kebutuhan bantuan yang mendesak dan diperlukan para pengungsi seperti kasur, selimut serta suplemen, terutama untuk para lansia di lokasi pengungsian.

Yentji menyebutkan, untuk suplemen lokal seperti kacang hijau, mencukupi dan ada juga bantuan bahan makanan lokal, seperti pisang dan singkong yang merupakan bantuan dari masyarakat  dari wilayah kecamatan lain di Kabupaten Lembata.

“Petugas medis terus melakukan identifikasi harian terhadap warga pengungsi yang ada di beberapa Posko Pengungsian. Bila ada masalah kesehatan terkait Covid-19, maka segera dilakukan evakuasi ke rumah sakit Lewoleba,” ucapnya.

Yentji menambahkan, untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, Pemerintah Kabupaten Lembata akan merekrut tenaga outsourcing untuk membantu tenaga medis yang bertugas.

Lihat juga...