Twitter Minta Pengguna Hapus Klaim Palsu Tentang Vaksin Covid-19

Twitter, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Twitter mengatakan, pengguna akan diminta untuk menghapus cuitan baru yang menyebutkan klaim yang salah atau menyesatkan tentang vaksinasi Covid-19, sebagai bagian dari perluasan aturan platform tersebut tentang misinformasi virus Corona.

Perusahaan media sosial itu, mengatakan, bahwa pengguna bisa saja diminta untuk menghapus tweet dengan klaim palsu yang menyebutkan vaksin “digunakan untuk sengaja menyebabkan kerusakan atau mengontrol populasi, termasuk pernyataan tentang vaksin yang memicu konspirasi yang disengaja.”

Kebijakan itu diumumkan ketika seorang perawat di New York menjadi orang Amerika pertama yang divaksinasi Covid-19. Kebijakan tersebut juga akan berlaku untuk klaim palsu, bahwa pandemi itu tidak nyata atau, yang lebih serius, menyebut vaksinasi tidak diperlukan.

Twitter mengatakan, kebijakan itu juga akan berlaku untuk klaim palsu yang banyak dibantah tentang efek buruk dari menerima vaksin Covid-19.

Teori konspirasi dan informasi yang salah tentang virus Corona dan potensi vaksinnya, telah berkembang biak di platform media sosial selama pandemi.

Twitter mengatakan, awal tahun depan akan mulai memberi label atau memberi peringatan pada cuitan dengan “rumor tidak berdasar, klaim yang disengketakan, serta informasi yang tidak lengkap atau di luar konteks” tentang vaksin.

Lihat juga...