Upaya Perdagangan Kulit dan Tulang Harimau Sumatera, Digagalkan

MEDAN  – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu, Sumatera Utara bersama Yayasan TIME Sumatera Indonesia mengungkap perdagangan kulit dan tulang harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di Kota Rantauprapat.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, di Rantauprapat, Rabu, mengatakan dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas menangkap dua orang tersangka, yakni OS (43) dan RG (49).

“Kami tetapkan sebagai tersangka ada tiga orang. Satu lagi JS (35), saat ini masuk DPO. Mereka dari sindikat jaringan perdagangan hewan asal Provinsi Sumatera Utara di Rantauprapat,” katanya lagi.

Pengungkapan kasus perdagangan tersebut berawal dari informasi masyarakat adanya transaksi jual beli bagian tertentu fauna asiatis di Jalan Pelita IV, Kota Rantauprapat.

Lihat juga...