UPT KPH Sikka Kembali Tanam 10 Ribu Anakan Bakau

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Setelah melakukan penanaman bakau di lahan seluas 20 hektare dengan jumlah anakan bakau sebanyak 30 ribu pohon, Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melakukan penanaman bakau.

Penanaman dilakukan di lokasi yang telah ditanam di pesisir hutan mangrove di Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere di lahan seluas 5 hektare dengan menggunakan propagul melibatkan kelompok yang sama.

“Kita tetap mempergunakan Kelompok Tani Poma Laut yang pertama menanam sebanyak 15 ribu anakan menggunakan propagul,” kata Benediktus Herry Siswadi, Kepala UPT KPH Kabupaten Sikka, saat dihubungi Cendana News, Rabu (16/12/2020).

Kepala UPT KPH Kabupaten Sikka, Benediktus Herry Siswadi saat ditemui di lokasi penanaman bakau di Kelurahan Kota Uneng, Selasa (15/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Herry menambahkan, penanaman bakau dilakukan di lokasi yang telah ditanam sebelumnya namun jarak tanamnya 3 kali 3 meter sehingga ditanam di sela-selanya dengan jarak tanam satu kali satu meter.

Dengan begitu kata dia, jarak antara setiap pohonnya lebih dekat dengan jumlah propagul yang dipergunakan sebanyak 10 ribu anakan di mana propagul banyak tersedia di hutan mangrove yang ada di areal sekitarnya.

“Propagul banyak sekali tersedia sehingga bisa ditambah jumlah pohon yang ditanam. Lokasinya pun memungkinkan serta dana yang disediakan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) masih ada sehingga dihabiskan,” ungkapnya.

Herry mengatakan, dengan adanya penanaman bakau kembali maka populasinya akan bertambah dan anggota kelompok mendapatkan dana tambahan sehingga bisa terbantu ekonominya saat pandemi Covid-19.

“Setelah penanaman pun akan dilakukan perawatan oleh anggota kelompok di mana bakau yang mati akan diganti. Kami menggandeng kelompok masyarakat di sekitar lokasi penanaman agar mereka bisa merawat bakaunya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Poma Laut,Kelurahan Kota Uneng, Aleksius Sera merasa gembira dan berterima kasih kelompoknya yang beranggotakan 15 orang bisa dipercaya untuk menanam bakau.

Aleksius mengaku selama ini kelompoknya memang sering bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka untuk melakukan penanaman bakau di pesisir pantai Kelurahan Kota Uneng.

“Kami sangat senang diberikan kepercayaan untuk menanam dan merawat bakau lewat program pemerintah. Semua anggota merasa terbantu karena dampak Covid-19 membuat keuangan kami sulit tetapi dengan dana yang diberikan bisa membantu ekonomi keluarga kami,” ucapnya.

Lihat juga...