Usaha Kuliner di Bandar Lampung Kesulitan Dapatkan Gas Subsidi

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Asmiati, kesulitan mencari tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram atau gas subsidi, untuk usaha warung pecel lele miliknya. Sulitnya mendapat gas melon dialami sejak sepekan terakhir. Sebagai cadangan, pedagang kuliner yang beraktivitas di Jalan Yos Sudarso,Teluk Betung, Bandar Lampung tersebut saat ini memakai gas ukuran 5,5 kilogram.

Asmiati menyebut, sulitnya mendapat gas ukuran 3 kilogram, karena pasokan berkurang. Sejumlah warung pengecer penyedia tabung gas elpiji disebutnya, kekurangan pasokan dari distributor. Saat ini pedagang harus mengkonsumsi gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram berwarna pink. Peralihan penggunaan tabung gas ukuran 12 kilogram dari warna biru ke pink, sudah mulai sejak November silam.

Saat ini harga gas yang diperoleh masih sama. Hal itu setidaknya membuat Asmiati merasa sedikit tenang karena tidak ada kenaikan harga. Untuk gas isi 12 kilogram dibeli Rp150.000, isi tiga kilogram seharga Rp23.000 dan isi 5,5 kilogram seharga Rp75.000.

Lukman (kanan) salah satu warga membeli tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk kebutuhan memasak di warung Jalan Lintas Sumatera Bakauheni,Lampung Selatan,Sabtu (19/12/2020) – foto Henk Widi

Kendala yang dihadapi saat ini adalah pasokan yang belum datang. “Kami harus mencari ke stasiun pengisian bahan bakar umum yang menyediakan bahan bakar gas, sebab di sejumlah pengecer menunggu pasokan dari distributor, penggunaan yang meningkat jelang Natal dan Tahun Baru jadi pemicu cepatnya stok tabung gas habis di pengecer,” terang Asmiati saat ditemui Cendana News, Sabtu petang (19/12/2020)

Lihat juga...