UU Cipta Kerja Diharapkan Mampu Atasi Masalah Izin Usaha

JAKARTA  – Pelaku usaha berharap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat mengatasi masalah perizinan usaha dan kepastian hukum yang dihadapi oleh dunia usaha.

“Kita menangkap semangat dari UU Cipta Kerja ini kemudahan, perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan ekosistem berusaha. Persoalan-persoalan yang pelaku usaha keluhkan ingin diberantas melalui UU ini,” ujar CEO dan Owner Saraswanti Group, Hari Hardono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Hari, para pelaku usaha selama ini mengeluhkan persoalan perizinan dan kepastian hukum yang menyusahkan pelaku usaha sejak memulai hingga saat menjalankan usaha. Soal kepastian hukum dalam usaha, ia menilai tidak pasti. Untuk itu, dirinya berharap UU ini segera diimplementasikan.

“Kami pelaku usaha masih menunggu aturan-aturan turunan dari UU Cipta Kerja. Semoga dalam waktu tiga hingga empat bulan semuanya sudah clear dan segera diimplementasikan,” katanya.

Hari mengatakan target utama dari kemudahan, perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan ekosistem berusaha dalam UU Cipta Kerja itu adalah untuk memaksimalkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), investasi pemerintah, percepatan proyek strategis pemerintah. Untuk itu, diharapkan agar UU Cipta Kerja segera diimplementasikan.

Lihat juga...