Virus Baru Corona Kurangi Optimisme Stimulus, Dolar AS Menguat

Ilustrasi - Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS

NEW YORK – Dolar AS menguat dalam perdagangan tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran tentang jenis baru virus Corona yang mengamuk di Inggris, dan menyebabkan penguncian dan pembatasan perjalanan yang mengurangi optimisme tentang RUU stimulus AS yang disahkan Kongres.

Selera risiko terpukul, ketika saham-saham AS jatuh kecuali untuk Nasdaq, dan surat utang AS menguat. Mata uang yang terkait dengan selera risiko yang lebih tinggi seperti dolar Australia dan Selandia Baru juga melemah terhadap greenback.

“Momentum, posisi pasar, dan kecenderungan di pasar opsi semua memperingatkan risiko koreksi positif dolar, sekali pun waktu yang tepat sulit untuk diprediksi,” kata Marc Chandler, kepala strategi pasar, di Bannockburn Global Forex di New York.

“Pada saat yang sama, pandemi di Eropa, lockdown, dan pendekatan yang tampaknya kurang agresif terhadap vaksin, termasuk pemesanan menunjukkan kuartal pertama yang suram pada 2021,” tambahnya.

Data Selasa (22/12/2020) lebih lemah dari yang diharapkan, dengan penjualan rumah yang telah ada atau existing home di AS turun lebih dari yang diharapkan pada November, dan indeks kepercayaan konsumen lebih rendah dari perkiraan. Laporan AS yang lemah memperkuat reli dolar.

Sementara itu, paket bantuan Covid-19 senilai 892 miliar dolar AS yang disahkan oleh Kongres sedang menunggu persetujuan Presiden Donald Trump untuk menjadi undang-undang. Beberapa analis mengatakan, bahwa paket bantuan sudah diperhitungkan pasar dan karena itu dampaknya kecil.

Investor secara keseluruhan tetap khawatir tentang varian baru virus Corona, bahkan ketika para ahli medis berusaha meredakan kekhawatiran tentangnya.

Lihat juga...