Waktu Tanam di Lamsel Mundur Imbas Benih Diserang Hama

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah petani padi di Lampung Selatan alami kemunduran waktu panen imbas benih diserang hama. Fenomena benih diserang hama baru terjadi musim ini. Hama penyerang benih yang ditebar di antaranya burung, ulat daun. Imbasnya petani memilih menanam ulang benih.

Sumini, salah satu petani di Desa Pasuruan,Kecamatan Penengahan menyebut varietas unggul benih padi Ciherang memiliki waktu hingga siap tanam setelah usia 21 hari. Pada proses penanaman pertengahan November 50 persen benih tidak tumbuh dari sekitar 25 kilogram benih. Usai perendaman benih padi dan ditebar pada persemaian, hama burung pipit memakan bulir padi. Sebagian benih yang telah tumbuh diserang hama ulat berimbas daun rusak.

Proses penebaran benih ulang sebutnya terpaksa dilakukan dengan memakai waring dan pagar. Usai proses penebaran benih ia menutupi bulir padi memakai abu pembakaran jerami padi. Cara tersebut dilakukan untuk menghindari bulir padi dimakan burung. Penambahan pagar plastik bagian samping dilakukan mencegah hama tikus dan waring mencegah burung hinggap.

“Sebelumnya petani tidak pernah mengalami serangan hama burung,ulat dan tikus pada uritan atau benih namun tahun ini serangan berimbas petani memilih melakukan proses penebaran benih ulang membuat kemunduran waktu tanam pada lahan yang telah disiapkan,” terang Sumini saat ditemui pada lahan sawah miliknya, Senin (28/12/2020).

Sumini, salah satu petani di Desa Pasuruan, menyiapkan uritan atau bibit padi tahap kedua setelah sebelumnya rusak oleh tikus dan hama burung, Senin (28/12/2020). -Foto Henk Widi

Sumini bilang ia tidak sendiri alami kendala pada proses penyiapan benih. Sebab petani yang lain alami hal yang sama. Kemunduran waktu tanam berimbas lalahan atau media tanam yang telah disiapkan perlu diolah kembali. Sebab waktu hampir tiga pekan berimbas lahan ditumbuhi rumput. Proses penghalusan lahan dengan serokan penarik bertujuan untuk menghilangkan rumput.

Antisipasi pertumbuhan benih yang terganggu, Sumini melakukan penaburan pupuk saat benih usia sepekan. Penggunaan abu jerami pada biji padi yang ditaburkan menurutnya dilakukan agar proses pencabutan (ndaut) benih lebih mudah. Sebab proses penaburan abu jerami akan memudahkan proses tumbuhnya akar benih padi. Perakaran yang kuat akan mempercepat pertumbuhan.

“Mundurnya waktu tanam pada sebagian lahan petani rata rata sebulan lebih karena harus mengganti benih untuk ditanam,” cetusnya.

Jumini, petani di desa yang sama menyebut mengganti benih miliknya dus kali. Saat penyiapan benih tahap kedua ia mengalami kekurangan benih sehingga harus meminta dari petani lain. Penyiapan bibit varietas IR 46 untuk lahan seluas setengah hektare memasuki usia tiga pekan. Sistem penanaman padi (tandur) memakai pola ceblok mempercepat penanaman pada lahan.

Sistem ceblok pada lahan seluas setengah hektare membutuhkan tenaga kerja 10 orang. Masa tanam musim penghujan (rendengan) sebut Jumini membuat ia memilih bibit tahan genangan. Lokasi tanam yang berada di dekat saluran irigasi berpotensi banjir membuat ia memilih bibit IR 46 tinggi. Pola penanaman jajar legowo dilakukan olehnya untuk peningkatan produksi padi.

“Mundur sebulan dari waktu normal penanaman akan berimbas pada waktu panen, namun petani tetap menanam serempak imbas benih diserang hama,” cetusnya.

Serangan hama pada benih membuat jasa traktor pengolahan lahan dimanfaatkan petani. Agus Irawan, penyedia jasa traktor menyebut normalnya memasuki bulan Desember ia telah berhenti melayani pengolahan lahan. Sebab masuk Desember sebagian besar petani telah melakukan proses penanaman benih. Namun imbas petani melakukan proses penebaran benih ulang pengolahan dilakukan ulang.

Sebagian lahan sawah yang telah dicangkul pada tahap awal akan dihaluskan memakai traktor. Proses pengolahan lahan musim rendengan sebut Agus lebih mudah. Sebab lahan yang telah direndam air selama dua bulan memudahkan proses pembajakan. Selain hama saat penyiapan benih, penanaman padi alami kendala dengan munculnya hama keong mas.

Lihat juga...