Wali Kota Probolinggo Larang Perayaan Tahun Baru

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, bersama forkopimda menggelar konferensi pers secara daring, terkait dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Probolinggo pada Sabtu (19/12/2020) – Foto Ant

KOTA PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, melarang perayaan Tahun Baru 2021, baik yang digelar di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Hal itu mempertimbangkan, peningkatan kasus COVID-19 di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

“Tidak ada perayaan Tahun Baru 2021 dan setiap orang dilarang mengadakan perayaan tahun baru, sehingga kami telah menerbitkan Surat Edaran (SE), yang berlaku mulai hari ini,” kata Hadi, dalam siaran langsung konferensi pers secara daring di Kota Probolinggo, Sabtu (19/12/2020) sore.

Dalam SE itu, wali kota memerintahkan camat, lurah, ketua RT dan RW se-Kota Probolinggo, untuk melarang setiap orang menggelar perayaan Tahun Baru 2021, yang dapat berdampak pada kerumunan, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. “Kasus COVID-19 selama 45 hari terakhir, tercatat penambahannya mencapai 248 kasus. Sehingga harus dikendalikan dan menekan kasus itu dengan adanya keluarga tangguh,” tuturnya.

Kebijakan itu dikeluarkan, untuk melindungi dan menjaga masyarakat Kota Probolinggo dari penyebaran COVID 19. Sehingga forkopimda berusaha semaksimal mungkin untuk menekan angka penyebaran kasus Corona, agar Kota Probolinggo tidak masuk dalam zona merah lagi. “Surat edaran itu juga mengatur pembatasan jam operasional pada pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB bagi pelaku UMKM, kafe, restoran, toko modern, retail berjaringan, dan pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk mengerti dan memahami, karena kebijakan itu semata-mata untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Probolinggo, yang disebutnya membutuhkan komitmen bersama. “Mustahil hanya dari sisi pemerintah saja untuk mengatasi dan mencegahnya, harus dihadapi bersama. Saya imbau masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” tandasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, hingga 19 Desember 2020, tercatat warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.221 orang. Dengan perincian 874 pasien sudah sembuh, 262 pasien yang dirawat, dan 85 pasien yang meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...