Warga Kelurahan Kasin Siap Jaga Kebersihan Kali Andalas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang aliran kali Andalas Tengah yang berada di wilayah RT 04 RW 01 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jika biasanya di kali yang memiliki panjang 400 meter ini nampak kumuh dengan banyaknya tumpukan sampah, sekarang pemandangan seperti itu tidak lagi terlihat.

Ketua RW 01, Setia Budi Kurniawan, mengatakan, selama ini kendala utama dalam menangani Kali Andalas Tengah adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat dalam menjaga lingkungan. Terlebih, di sekitaran Kali Andalas dulu ada beberapa warung atau PKL yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Ketua RW 01, Setia Budi Kurniawan, menjelaskan kondisi Kali Andalas Tengah, Rabu (23/12/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Di situ kadang mereka dengan seenaknya membuang sampah sisa makanan langsung ke kali. Bahkan warga dari luar ada yang kerap Buang Air Besar (BAB) di kali ini,” ujarnya di kawasan Sungai Andalas Tengah, Rabu (23/12/2020).

Selain itu lanjut Budi, Kali Andalas juga merupakan sungai tembusan dari sungai yang ada di daerah Kayutangan. Sehingga semua sampah yang ada di sana langsung mengalir ke sini, termasuk sampah kasur.

“Jadi kalau kali Andalas tidak dibersihkan, nanti akan menyebabkan banjir yang bisa sampai meluber ke jalan,” terangnya.

Karenanya, Budi mengaku sangat terbantu dengan adanya kepedulian yang mampu mengubah Kali Andalas yang dulu kumuh menjadi bersih dan cantik. Kondisi ini diharapkan Budi bisa terus bertahan dan sedikit banyak bisa menyadarkan masyarakat untuk merasa memiliki, sehingga mereka mau ikut menjaga kebersihan sungai.

“Dari pihak RW, kami sudah mencoba membuat gugus tugas untuk pengelolaan sungai. Harapan kami nanti bisa menjadi tempat wisata edukasi. Tim ini berasal dari pengurus RT dan karang taruna yang akan menjadi ujung tombak dari pengelolaan sungai. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak DLH untuk melakukan pembersihan sungai setiap dua minggu sekali,” imbuhnya.

Selain itu, guna memberikan efek jera bagi warga yang masih nekat membuang sampah di Kali Andalas, pihaknya akan memberikan sanksi berupa denda.

“Kalau ada warga yang buang sampah sembarangan akan kita tangkap dan buat berita acara. Kemudian berikan peringatan 1 dan 2. Tapi kalau dilakukan sampai 3 kali, akan langsung kita denda 500 ribu sebagai efek jera. Apalagi sekarang ada 8 titik CCTV untuk memudahkan pemantauan,” terangnya.

Sementara itu, pemimpin wilayah BRI kanwil Malang, Prasetya Sayekti, mengaku telah mengucurkan dana CSR sebesar 500 juta untuk melakukan konservasi di kawasan Kali Andalas Tengah.

Menurutnya, dengan motto Jaga Sungai Jaga Kehidupan, pihaknya ingin terus turut menjaga fungsi sungai sebagai daerah resapan maupun tempat penampungan air hujan yang berguna bagi kehidupan manusia.

“Bagaimanapun juga sungai memiliki fungsi menjaga elemen air. Karenanya kalau sungainya bagus dan airnya terjaga maka kelangsungan kehidupan kita akan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Lebih lanjut wali kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, pada tahun 2015 kota Malang sempat dinobatkan sebagai kota terkumuh di Jawa Timur karena ada 608 hektare wilayahnya berada di sempadan sungai. Namun kondisi tersebut sekarang berangsur membaik sehingga hanya tersisa sekitar 200 hektare saja.

“Kawasan sungai memang menjadi fokus perhatian kami, Tinggal selanjutnya bagaimana masyarakat bisa memiliki rasa cinta lingkungan dan rasa ikut memiliki sungai, supaya Kali Andalas tetap bersih,” pungkasnya.

Lihat juga...