Warga Kuala Jaya Lamsel Waspadai Penyakit Pascabanjir

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Banjir kiriman sungai Way Sekampung kala penghujan dan banjir rob saat fase bulan purnama, masih menghantui warga Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Lampung Selatan. Genangan air ditakutkan warga akan menjadi sumber penyakit, di samping pencemaran sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Yunus, salah satu warga dusun di dekat muara sungai Way Sekampung, menyebut banjir menyebabkan genangan air dan membawa sampah, bangkai dan lumpur. Kendati pembersihan telah dilakukan warga, genangan air masih terjadi di sejumlah titik di dusun yang menjadi langganan banjir tersebut.

Kondisi tersebut menyebabkan adanya potensi penyakit seperti diare, penyakit kulit, influenza hingga penyakit kencing tikus atau leptospirosis. Selain itu juga minimnya sumber air bersih, sehingga warga memilih air minum galon.

Yunus, salah satu warga Dusun Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, memperlihatkan batas ketinggian air imbas banjir yang sebagian telah surut, Jumat (4/12/2020). -Foto: Henk Widi

“Sebagian warga memilih menggunakan air galon dan sumur bor dari lokasi yang tidak tergenang air, sehingga kualitas air tetap terjaga, yang penting air konsumsi harus direbus terlebih dahulu menghindari permasalahan kesehatan,” cetus Yunus, saat ditemui dekat rumahnya di Dusun Kuala Jaya, Jumat (4/12/2020).

Sejumlah selokan yang mengalirkan air, sebut Yunus, telah dibersihkan secara gotong royong. Sebab, air banjir yang merendam sejumlah rumah di permukiman Dusun Bandar Agung tidak terbuang ke sungai dengan cepat. Sejumlah sampah kaleng, botol plastik berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.

Menjaga kebersihan usai banjir, menurutnya dilakukan warga secara swadaya. Sebab, potensi banjir kiriman masih akan berlangsung. Fenomena banjir kiriman kerap terjadi ketika musim hujan dengan curah hujan tinggi. Siklus dua tahun dan lima tahun kerap menjadikan kawasan permukiman tergenang air, meski di wilayah tersebut tidak hujan.

“Banjir tetap terjadi ketika di bagian hulu sungai hujan dan berimbas genangan air di permukiman disertai sampah,”cetusnya.

Ahmad Rizal,warga sekaligus ketua RT 1 Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, menyebut persoalan kesehatan selalu datang saat banjir. Sejumlah langkah telah dilakukan warga dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga yang memiliki rumah panggung menjadi tempat untuk menghindari penyakit, terutama anak-anak.

“Anak-anak sebisa mungkin dihindarkan untuk bermain air, agar tidak terkena penyakit gatal gatal, diare,” terang Ahmad Rizal.

Sebagian warga, sebutnya, menyediakan obat gatal secara swadaya. Ia berharap, agar pihak terkait agar bisa memberikan bantuan obat-obatan dan air bersih. Namun kendala imbas akses jalan yang tergenang banjir luapan Way Sekampung dan banjir rob, mengakibatkan mobilitas warga terhambat.

Sarifudin, Kepala Dusun Kuala Jaya, menyebut banjir kiriman dan rob rutin terjadi. Antisipasi telah dilakukan dengan menyediakan tempat aman bagi warga yang rumahnya terendam. Sejumlah warga yang memiliki anak balita mendapat perhatian khusus dengan konsumsi air bersih. Potensi penyakit kulit dan penyakit imbas banjir dilakukan dengan membersihkan genangan air.

Usai banjir, sebut Sarifudin, juga telah menyediakan obat nyamuk dan kelambu. Potensi penyakit imbas banjir saat dan pascabanjir diantisipasi dengan menjaga stamina fisik. Warga juga tetap diminta menjaga kebersihan makanan untuk menghindari penyakit diare, terutama bagi anak-anak. Konsumsi makanan matang dan higienis menjadi cara untuk menjaga kesehatan tubuh selama banjir.

Lihat juga...