Lebaran CDN

Warung Cerdas Wanareja Butuh Tambahan Modal

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap mengalami perkembangan cukup pesat selama tahun terakhir, meskipun sedikit terkendala pandemi Covid-19. Karenanya, warung binaan Yayasan Damandiri ini mengharapkan adanya tambahan modal, supaya bisa memenuhi kebutuhan stok barang.

Manager KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto mengatakan, selama ini modal yang diputar dalam pengoperasian warung cerdas sekitar Rp 1 miliar. Namun, dengan adanya peningkatan omzet, maka stok barang-barang juga harus ditambah.

“Kita sering mengalami kekurangan stok barang karena keterbatasan modal. Sebab, untuk suplayer beberapa produk barang jangka waktu pengirimannya ada yang dua minggu sekali, ada juga yang seminggu sekali. Sehingga untuk satu kali pengiriman, kita harus mengambil barang dalam jumlah banyak sekaligus,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (23/12/2020).

Pengelola Warung Cerdas Wanareja Kabupaten Cilacap, Sudaryanto di kantornya, Rabu (23/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Terkait penambahan modal tersebut, pihak Warung Cerdas sudah mengajukan kepada Yayasan Damandiri bulan Januari 2020 lalu. Namun, sampai dengan akhir tahun ini belum ada realisasi, kemungkinan karena situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Kita mengajukan tambahan modal kepada Yayasan Damandiri sebesar Rp 500 juta dan sudah diajukan bulan Januari lalu. Penambahan modal ini rencana akan digunakan untuk menambah stok barang, supaya tidak sampai kekurangan stok,” katanya.

Untuk mengatasi kekurangan modal tersebut, selama ini pengelola Warung Cerdas Wanareja meminjam modal terlebih dahulu kepada koperasi induk, yaitu KUD Utama Wanareja. Namun, pandemi yang berkepanjangan juga membuat kondisi koperasi induk harus kehilangan banyak potensi pemasukan. Sehingga jika ada penambahan modal dari Yayasan Damandiri, maka pinjaman modal tersebut bisa dikembalikan kepada koperasi induk.

Kekurangan stok barang dari Warung Cerdas Wanareja ini, untuk produk-produk tertentu masih tertutupi dengan adanya beberapa produk makanan lokal yang dijual di toko tersebut. Misalnya sale pisang, keripik singkong, keripik bayam, keripik ubi, klanting dan lainnya. Namun, untuk stok kebutuhan pokok, masih tetap harus mengambil dari suplayer dalam jumlah besar dan membutuhkan tambahan modal.

Salah satu suplayer makanan produk lokal, Ibu Tati mengatakan, meskipun dalam situasi pandemi, namun omzet penjualan produk-produk makanan lokal masih terbilang cukup bagus di Warung Cerdas Wanareja. Ibu Tati merupakan suplayer keripik singkong dan sampai saat ini masih tetap produksi.

“Pada awal sampai dengan pertengahan pandemi Covid-19, usaha makanan lokal memang sempat terpuruk dan mengalami penutunan omzet yang cukup signifikan. Namun, sekarang berangsur sudah mulai normal kembali,” tuturnya.

Lihat juga...