Warung Cerdas Wanareja, Sentra Ekonomi Baru Makmurkan Warga

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Keberadaan Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap dalam satu tahun terakhir sangat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Tak hanya mempermudah akses belanja, namun warga sekitar juga turut terlibat dalam perputaran ekonomi di sekitarnya.

Mengedepankan kearifan lokal, berbagai produk dari warga sekitar terpajang di warung binaan Yayasan Damandiri tersebut. Warung Cerdas juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membuka usaha, ada lima kios yang disewakan bagi warga yang ingin memulai usaha di lokasi strategis tersebut.

Manager KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto mengatakan, pihaknya tidak sekadar mencari keuntungan, namun juga berupaya untuk mengangkat produk-produk lokal. Karenanya, mereka mengutamakan suplayer dari warga lokal.

Manager KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto di kantornya, Rabu (30/12/2020). -Foto: Hermiana E Effendi

Sampai saat ini tercatat ada 13 suplayer dari warga lokal. Sebagian besar barang yang disuplai adalah jenis makanan ringan home industri. Namun ada juga yang menyuplai telur ayam, telur puyuh serta beras.

“Untuk telur ayam, ada 4 warga yang menyuplai ke sini, kemudian telur puyuh ada 1 petani puyuh, beras ada dua petani lokal yang menyuplai dan paling banyak makanan ringan, ada 6 orang penyuplai,” jelasnya, Rabu (30/12/2020).

Sudaryanto mengatakan, pada prinsipnya jika ada petani lokal ataupun warga sekitar yang mampu menyuplai kebutuhan ke Warung Cerdas Wanareja, maka akan diutamakan. Selebihnya, jika masih ada kekurangan pasokan barang kebutuhan lainnya, Warung Cerdas baru mengambil kepada suplayer dari luar.

Sedangkan untuk produk makanan ringan yang banyak diproduksi warga sekitar dan dijual melalui Warung Cerdas Wanareja yaitu aneka jenis keripik, seperti keripik singkong, keripik ubi, keripik bayam, sale pisang dan lain-lain. Makanan tersebut dikemas dalam plastik, dengan ukuran sedang. Harga jualnya juga sangat terjangkau, hanya pada kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkus. Namun cukup efektif untuk mendongkrak ekonomi warga sekitar yang memasok aneka makanan ringan tersebut.

Warung Cerdas juga membangun lima kios dan disewakan kepada warga sekitar. Kios tersebut  sudah terisi yaitu antara lain untuk bengkel motor dan tambal ban, warung makan, makan kopi dan agen bus. Dengan adanya kios-kios tersebut, lokasi Warung Cerdas menjadi pusat ekonomi serta keramaian baru di Wanareja.

“Rencana besar kita memang membangun semacam rest area di sini, karena tempatnya juga masih luas,” tuturnya.

Keberadaan Warung Cerdas yang kini beromzet ratusan juta ini, sebenarnya diawali dengan penuh keraguan. Namun, atas dorongan Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, warung tersebut akhirnya berdiri dengan megahnya.

“Terus terang awalnya saya ragu, karena Kecamatan Wanareja tidak terlalu ramai dan banyak warga yang kurang mampu. Apakah dengan mendirikan warung besar akan bisa laku. Namun, Pak Subiakto terus meyakinkan saya dan siap untuk mendatangkan tutorial dari Kopkun Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, akhirnya saya bersedia,” kata Ketua KUD Utama Wanareja, Sutadji.

Warung Cerdas didirikan tahun 2018, dengan bantuan pinjaman modal awal dari pihak Yayasan Damandiri sebesar Rp 250 juta. Pada saat itu sudah ada bangunan, sehingga tinggal merenovasi saja. Bantuan pinjaman modal dari Yayasan Damandiri, sebagian digunakan untuk merenovasi warung dan sebagian lagi untuk menambah modal dagangan. Dari awal berdiri, omzet Warung Cerdas hanya Rp 30 juta per bulan, sekarang sudah meningkat menjadi Rp 800 juta per bulan.

Lihat juga...