1.136 Nakes di Kota Semarang Tertunda Ikuti Vaksinasi

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Senin (25/1/2021). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Data per 25 Januari 2021, sebanyak 1.136 tenaga kesehatan di Kota Semarang tertunda mengikuti vaksinasi Covid-19. Rinciannya, 648 orang nakes tidak hadir dan 488 nakes tidak lolos screening kesehatan.

“Dari total penerima vaksinasi per hari ini (Senin-red), sebanyak 10.343 nakes, 9.024 orang di antaranya sudah terlaksana. Sementara, 1.136 orang tertunda karena sejumlah alasan,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Senin (25/1/2021).

Dipaparkan, terkait ketidakhadiran nakes, karena banyak di antara mereka yang lupa jadwal, bahwa mereka seharusnya mengikuti vaksinasi pada hari tersebut.

Sementara, mereka yang tidak lolos screening kesehatan, diakibatkan sejumlah hal. Misalnya, sedang hamil, tengah menyusui, dalam program kehamilan, memiliki tekanan darah tinggi, hingga memiliki riwayat komorbid atau penyintas Covid-19.

“Mereka yang memiliki autoimun atau penyakit kronik yang belum stabil seperti diabetes dengan A1C-nya lebih dari 7,5 atau pun hipertensi dengan tensi masih di atas 140/90, tidak diperkenankan untuk mengikuti vaksinasi,” tegasnya.

Dirinya juga memastikan, bahwa kabar terkait mereka yang mengikuti vaksinasi rentan terpapar Covid-19, tidak benar.

“Harus dipahami, bahwa mereka yang sudah mengikuti vaksinasi akan langsung terbentuk antibodi, sebab antibodi baru terbentuk setelah 28 hari pascadisuntik vaksin ke dua. Jadi tidak serta merta, untuk itu mereka yang menerima vaksin tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hakam juga menjelaskan saat ini pihaknya juga sudah menerima 1.600 dosis atau vial vaksin Covid-19 termin ke dua. Vaksin tersebut masih diprioritaskan untuk nakes yang sudah mendapat suntikan pertama pada termin pertama.

“Hari ini (Senin-red), vaksin termin ke dua sebanyak 1.600 dosis sudah kita terima.Termin ke dua ini juga masih untuk nakes, terutama bagi mereka yang sudah disuntik pada tahap pertama,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, memaparkan untuk Jateng pada vaksinasi termin ke dua telah menerima 248.600 vial dan lengkap dengan peralatannya.

“Sasarannya untuk 122.617 tenaga kesehatan di 32 Kabupaten/Kota di Jateng, melengkapi satu kabupaten dan dua kota yang sudah mengikuti pada termin pertama, yakni Kota Semarang dan Surakarta, serta Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan seluruh proses vaksinasi tahap pertama, baik termin satu dan termin ke dua, bisa selesai seluruhnya pada 11 Februari 2021, sehingga bisa dilanjutkan untuk vaksinasi golongan ke dua, yakni pelayan publik sebanyak 2,3 juta orang.

“Pelaksanaan vaksinasi di 32 Kabupaten/Kota di Jateng sudah dimulai serentak hari ini, kecuali Kabupaten Wonogiri yang baru akan dilaksanakan besok (Selasa -red),” pungkasnya.

Lihat juga...