110 Pasien Positif Covid-19 di Sikka Dinyatakan Sembuh

MAUMERE – Sejak merebaknya Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada April 2020, tercatat 125 pasien positif Covid-19, dan dari jumlah tersebut 110 orang dinyatakan sembuh.

Pasein positif yang sembuh tersebut setelah mendapatkan perawatan medis di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere dan beberapa ruang isolasi lainnya di Kota Maumere ,dan beberapa Puskesmas termasuk yang menjalani karantina terpusat.

“Sebanyak 110 orang yang dinyatakan positif sudah sembuh dan beraktivitas normal. Ada 4 orang yang meninggal, di mana 3 orang dinyatakan positif dan seorang lainnya probable,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditemui di rumahnya di Kota Maumere, Minggu (3/1/2021).

Petrus mengatakan, pasien yang meninggal dunia yang dinyatakan positif , yakni SH (63), BM (64) dan PP (65) dan 10 orang lainnya masih dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere.

Ia menambahkan, 2 orang tenaga kesehatan sedang dirawat di paviliun karena hasil tesnya reaktif dan 7 sedang dalam proses menunggu hasil rapid test, karena kontak erat dengan pasien Covid-19 yang dirawat di RS TC Hillers Maumere.

“Kami  sedang menanti vaksin Covid-19 yang sedang dikirim dan diperkirakan tanggal 5 atau 6 Januari tiba di Kupang dan didistribusikan ke setiap kabupaten dan kota di NTT,” sebutnya.

Petrus menjelaskan, total tenaga medis di Kabupaten Sikka yang akan mendapat vaksin Covid-19 sebanyak 1.887 orang, dan sudah disiapkan 288 tenaga vaksinator yang telah mendapatkan pelatihan.

Disebutkannya, para tenaga medis ini tersebar di beberapa Puskesmas dan sudah disiapkan 25 cold chain, di mana vaksinasi akan dilakukan di 18 Puskesmas dan RS TC Hillers Maumere.

“Vaksinasi dilakukan terpusat di 18 Puskesmas dari 25 Puskesmas yang ada.Vaksinasi hanya di Puskesmas yang ada jaringan internetnya, karena hasilnya harus  dilaporkan setiap saat ke pusat,” ungkapnya.

Sementara itu,warga Kota Maumere, Patrisius Nong, meminta agar pemerintah memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan yang tersebar di desa dan kelurahan, terutama yang datang dari daerah rawan.

Patris juga berharap, agar patroli Satgas Covid-19 bukan hanya di Kota Maumere, tetapi hingga ke desa dan kecamatan agar warga di desa dan kecamatan pun mentaati protokol kesehatan.

“Patroli yang dilakukan tim gabungan Satgas Covid-19 di Kota Maumere sebaiknya juga dilaksanakan di kecamatan dan desa. Harus menghidupkan kembali Satgas Covid di desa, agar kasus transmisi lokal tidak bertambah,” harapnya.

Lihat juga...