15.488 Nakes di Kota Semarang Terdaftar Sebagai Penerima Vaksin Tahap Awal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pemerintah memastikan tenaga kesehatan (nakes) menjadi prioritas, dalam vaksinasi covid-19 tahap pertama. Mereka yang sudah terdaftar, akan mendapatkan pesan pendek atau Short Message Service (SMS) blast dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Selanjutnya, penerima SMS vaksin diminta untuk melakukan verifikasi, dengan cara registrasi ulang status kesehatan, memilih tempat serta jadwal vaksinasi.

Sejauh ini di Kota Semarang, ada sebanyak 15.488 nakes yang telah terdaftar di sistem informasi SDM kesehatan (SISDMK). Mereka ini yang nantinya, akan menjadi penerima vaksin pada tahap awal.

“Nakes mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan dan lainnya, yang sudah terdaftar di SISDMK akan mendapat SMS dari Kominfo, bahwa mereka terpilih sebagai calon penerima vaksin,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Selasa (5/1/2021).

Namun jika ternyata ada nakes, yang belum mendapatkan SMS blast , pihaknya meminta langsung mendaftarkan diri di SISDMK. “Apabila nakes di rumah sakit, dokter keluarga, klinik pratama, ada yang belum terdaftar silahkan segera mendaftarkan. Namun, karena pemberian vaksin dilakukan secara bertahap, kita juga akan pemberlakukan skala prioritas. Sistemnya seperti apa masih kita rumuskan,” terangnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait jumlah nakes yang belum mendapatkan SMS dari Kominfo. Namun pihaknya berharap, mereka yang belum terdaftar bisa sesegera mungkin mendaftarkan diri.

Pihaknya memastikan jika dari segi sarana prasarana sudah siap, dalam pelaksanaan vaksinasi. Termasuk kesiapan SDM hingga kebutuhan cold box (boks pendingin) untuk menyimpan vaksin. Mengingat vaksin yang akan digunakan harus dijaga suhunya antara 2-8 derajat celcius.

“Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di rumah sakit, hingga puskesmas. Termasuk salah satunya di Puskesmas Pandanaran, yang letaknya satu gedung dengan Kantor DKK Kota Semarang. Kesiapan ini juga sudah disurvei oleh Kementerian Kesehatan. Beberapa tenaga puskesmas juga sudah dilatih sebagai vaksinator,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menjelaskan, secara keseluruhan ada sebanyak 31.255 nakes se-Jateng, yang akan menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama.

Selain nakes, para pekerja yang berkaitan dengan penanganan covid-19, juga akan menjadi prioritas seperti sopir ambulans, penggali makam covid-19, hingga petugas pemulasaraan jenazah.

“Sesuai SOP yang sudah ditetapkan, setiap penerima akan mendapat dua kali vaksin. Di tahap pertama vaksin, yang sudah datang di Jateng sebanyak 62.560 dosis jenis Sinovac,” tandasnya.

Proses vaksinasi akan dilakukan di 878 puskesmas dan 316 rumah sakit di Jateng, yang semuanya sudah memenuhi standar kelayakan. Kesiapan tersebut juga sudah dipastikan dari oleh tim dari Kemenkes.

“Termasuk untuk petugas vaksinator, sudah disiapkan dan dilatih. Vaksinasi tahap pertama ini, ada 2.785 petugas yang sudah dilatih. Sementara tahap kedua sudah ada 6.317 vaksinator dan akan terus berjalan. Rencananya, proses vaksinasi akan dimulai pada 14 Januari 2021 mendatang,” pungkasnya.

Lihat juga...