2021, Sungai Cileungsi Tetap Alami Pencemaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Hingga awal tahun 2021 pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor hingga berimbas ke Kali Bekasi masih tetap terjadi, tidak ada perubahan. Ironisnya, bentuk pencemaran masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, berbusa dan mengeluarkan aroma menyengat.

Hingga sekarang belum ada tindakan apa pun kepada penyumbang pencemaran oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat meskipun berulang kali diprotes beragam pihak. Pencemaran Sungai Cileungsi umumnya terjadi dari hulu yakni wilayah Kabupaten Bogor.

“Pencemaran Sungai Cileungsi, memang terjadi di Kabupaten Bogor. Imbasnya pasti ke Kali Bekasi, dan sampai hari ini masih terjadi. Meski tidak separah beberapa hari lalu,” ungkap Wawan Ramdhani, salah satu Tim Patroli Sungai bentukan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, kepada Cendana News, Rabu (6/1/2021).

Wawan Ramadhan, salah satu Tim Patroli Sungai bentukan Dinas LH Jawa Barat, saat dijumpai Cendana News, Rabu (6/1/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, bahwa atas kejadian pencemaran Kali Cileungsi tersebut, timnya sudah melakukan investigasi ke berbagai titik penyebab pencemaran. Hasilnya, sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Jabar. Untuk pengamatan langsung bisa melihat dari jembatan Cikuda, sampai hari ini pencemaran Sungai Cileungsi masih terjadi.

Menurut dia,  hasil investigasi Tim Patroli Sungai terdapat ratusan perusahaan industri yang membuang limbah langsung ke Sungai Cileungsi. Meskipun ada beberapa perusahaan yang menggunakan IPAL tapi terlihat tidak standar karena masih pekat dan mengeluarkan aroma menyengat.

“Jadi dari hasil penulusuran, penyebab limbah di Sungai Cileungsi, penyebabnya gabungan perusahaan yang membuang limbah langsung ke sungai. Terutama limbah industri,” tukas Wawan mengakui, sudah memberi tanda khusus titik limbah guna mempermudah jika diminta menunjukkan.

Biasanya tambah dia, pembuangan limbah dilakukan dengan cara kucing-kucingan. Namun demikian, tegasnya, dengan Tim Patroli Sungai mereka tidak bisa menghindar karena setiap waktu tim melakukan susur sungai.

“Jadi jam berapa pun mereka membuang limbah pasti diketahui oleh Tim Patroli Sungai,” tandasnya.

Bahkan dia juga menyebut, ada puluhan ruko yang berproduksi di wilayah kompleks kota wisata, berbatasan langsung dengan Kota Bekasi, ikut menyumbang limbah cukup parah ke Sungai Cileungsi.

Sementara Mansyur, Koordinator Tim Katak Lingkungan Hidup Kota Bekasi yang fokus mengurus kebersihan Kali Bekasi, mengakui,  limbah terparah terjadi awal tahun. Hal tersebut membuat pengunjung tempat wisata hutan bambu terganggu akibat limbah kiriman dari Bogor.

“Wisata hutan bambu dan curug parigi posisinya berada di Kali Bekasi. Awal tahun pas banyak orang berlibur, Kali Bekasi diserbu limbah yang hitam pekat, berbusa dan mengeluarkan aroma tak sedap. Banyak pengunjung protes dengan kondisi Kali Bekasi,” ungkapnya.

Hal tersebut menyebabkan menurunnya omzet sewa perahu yang mengitari Kali Bekasi. Pengunjung rata-rata menolak menggunakan jasa perahu mengitari Kali Bekasi. Salah satu wahana yang dikelola oleh Hutan Bambu bagi para pengunjung.

Lihat juga...