Ada 20 Kasus Baru COVID-19, Chelsea Tutup Akademi Klub

JAKARTA – Chelsea dilaporkan menutup gedung akademi mereka, dan menginstruksikan para pemain serta pelatih untuk mengisolasi diri di rumah selama sepekan, setelah adanya temuan 20 kasus positif baru COVID-19.

Skuat tim utama asuhan Frank Lampard, dan tim putri besutan Emma Hayes, dipastikan tidak akan terpengaruh, karena berlatih di lokasi terpisah di Cobham. Chelsea akan terus meninjau situasi, dan mereka yang terkena dampak telah mengikuti pedoman pemerintah dengan mengisolasi diri di rumah.

Situasi ini sebagian disebabkan oleh desakan Chelsea, untuk memeriksa seluruh pemain U-23 secara rutin, dan semua orang di akademi. Sebuah varian baru virus corona, yang lebih menular, telah melanda di Inggris dan diperkirakan satu dari 30 orang di London terinfeksi virus tersebut. Penutupan tersebut dilakukan, setelah para pemain akademi diizinkan libur dua pekan antara Natal dan Tahun Baru, karena kurangnya jadwal pertandingan.

Lampard sendiri telah memanggil beberapa pemain akademi ke skuat tim utamanya pada periode itu. Tetapi mereka tidak termasuk yang terpengaruh setelah dites menjelang laga Piala FA lawan Morecambe. Para pemain harus menjalani latihan di rumah dan gedung akademi akan menjalani pembersihan mendalam sebelum dibuka kembali.

Lampard meminta agar klub-klub liga Inggris menjatuhkan sanksi bagi pemain yang meninggalkan rumah saat sedang menjalani isolasi mandiri. “Saya tidak yakin apakah tanggung jawabnya ada di tangan klub-klub atau Federasi Sepak Bola Inggris (FA),” ujar pelatih asal Inggris itu.

“Menurut saya, klub harus memiliki kebijakan internal untuk menangani itu dengan panduan liga dan FA. Bila pemain melanggar aturan maka mereka harus dihukum, karena kami meminta setiap orang di Inggris untuk mengikuti aturan dan pemain harus mengikuti aturan serupa di tempat kerja untuk menyelaraskan dengan aturan dan regulasi FA,” tambahnya (Ant)

Lihat juga...