Ada Guguran di Gunung Merapi, BPPTKG Menduga Lava Pijar

Guguran, yang diduga lava pijar keluar dari Gunung Merapi, Senin (4/1/2021) malam, terpantau dari CCTV BPPTKG – Foto Ant

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengeluarkan guguran material, Senin (4/1/2021) malam.

Guguran tersebut diduga sebagai lava pijar. “Pada 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran, yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, di Yogyakarta, Senin (4/1/2021) malam.

Berkaitan dengan hal tersebut, Hanik menyimpulkan bahwa lava pijar telah muncul di dasar Lava 1997. Sinar yang teramati di Gunung Merapi pada 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi disebutnya merupakan indikasi awal munculnya api diam dan lava pijar.

Peningkatan aktivitas Gunung Merapi, terpantau dari data kegempaan dan deformasi sejak 22 Desember 2020. Guguran pada Senin (4/1/2021) malam, yang terpantau dari kamera CCTV di sisi barat daya Gunung Merapi dan kamera thermal di stasiun Panguk, merupakan bagian dari manifestasi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Sebelumnya, video dari CCTV mode nightview, menampilkan pendaran sinar yang diduga adalah lava pijar. Hasil pengamatan ini didukung dengan foto DSLR (difoto oleh Pak Ranto petugas pemantau Gunung Merapi) dan foto dari Pos Kaliurang, yang menunjukkan rona merah di lokasi yang sama.

Bertepatan dengan pengamatan kejadian tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi merekam gempa guguran. Hanik mengapresiasi bantuan dari para pihak, yang telah berbagi informasi terkait aktivitas Gunung Merapi. “Informasi ini sangat berguna bagi pemantauan aktivitas Gunung Merapi saat ini,” kata dia.

Hanik mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya. Terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi. Daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal lima kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Ant)

Lihat juga...