Akivitas Pencarian Dihentikan, Identifikasi Korban SJ 182 Terus Berlanjut

Kabid Topol Pusinafis Bareskrim Polri, Kombes Sriyanto, menunjukkan data sidik jari dari dua korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Winarni saat konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Rabu (13/1/2021) – foto Ant

JAKARTA – Tim DVI Polri, masih melanjutkan proses identifikasi jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC SJ 182, meski Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan aktivitas pencarian korban dan puing pada Kamis (21/1/2021).

“Proses identifikasi walaupun di Basarnas mungkin akan menghentikan kegiatan, tetapi di sini masih melakukan kegiatan identifikasi,” ujar Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, di Rumah Sakit Polri Kramat jati Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Rusdi mengatakan, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 324 kantong jenazah dan 264 kantong properti. Adapun total jenazah yang berhasil diidentifikasi hingga saat ini berjumlah 47 korban. Tim DVI, akan terus bekerja mengidentifikasi kantong jenazah tersisa. “Kemungkinan besok masih akan ada korban-korban yang berhasil diidentifikasi, masih ada kegiatan untuk Tim DVI,” tandasnya.

Menurut Rusdi, dibutuhkan waktu hingga satu minggu ke depan, untuk mengidentifikasi ratusan kantong jenazah tersebut. Hal itu dikarenakan, metode identifikasi yang digunakan adalah pencocokan melalui DNA, yang prosesnya memerlukan waktu tidak sebentar. “Lebih kurang satu minggu lagi. Proses DNA agak panjang. Lain dari sidik jari 5 menit, 10 menit selesai. Tapi proses DNA agak panjang, kemungkinan sekitar satu minggu ke depan baru rampung,” ucap Rusdi.

Sebelumnya, Basarnas resmi menghentikan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. “Mulai Kamis 21 Januari 2021, pada pukul 16.57 WIB, operasi SAR (search and rescue) terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu secara resmi, saya nyatakan ditutup atau penghentian,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, di JICT 2 Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Keputusan tersebut diambil, setelah melalui pertimbangan taktis, hasil temuan korban, efektifitas, pertemuan dengan keluarga korban, hingga rapat bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Bagus mengatakan, meski dinyatakan penghentian operasi, pihaknya melaksanakan operasi lanjutan, berupa pemantauan dan monitoring secara aktif mengenai perkembangan pencarian. “Bila di kemudian hari ada laporan dari masyarakat, yang melihat dan menemukan yang diduga bagian dari korban ataupun korban kepada Basarnas, kami akan merespon untuk menindaklanjuti temuan tersebut,” tandasnya.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB, kemudian diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orangm terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (Ant)

Lihat juga...