Angin Kencang Landa Semarang, Pohon Tumbang Menjadi Ancaman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Angin kencang disertai hujan deras, yang melanda Kota Semarang sejak Senin (18/1/2021), mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Di antaranya di wilayah Banyumanik, Tembalang hingga Mijen.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali, saat dihubungi di Semarang, Rabu (20/1/2021). Foto Arixc Ardana

“Laporan yang masuk, ada beberapa titik pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. Seperti di arah Pasar Damar Banyumanik, lalu di daerah Citra Grand depan Alamanda Sambiroto Tembalang. Bahkan ada yang menimpa rumah, seperti di wilayah Jatibarang Mijen,” papar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali, saat dihubungi di Semarang, Rabu (20/1/2021).

Dipaparkan, penyebab tumbangnya pohon tersebut akibat tiupan angin yang cukup kencang, serta kondisi pohon yang diperkirakan sudah mengalami pelapukan.

“Rata-rata pohon yang tumbang ini, di area pinggir jalan, sehingga sangat berbahaya jika sampai terkena pengguna jalan. Apalagi jika terjadi saat hujan deras, atau malam hari, tentu akan semakin membahayakan,” lanjutnya.

Ali memastikan setiap hari ada tim dari Disperkim Kota Semarang, yang melakukan perempelan atau pemangkasan, hingga penebangan terhadap sejumlah pohon di wilayah tersebut. Hal ini sebagai upaya pencegahan.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat, yang mengetahui adanya pohon tumbang atau membahayakan, untuk bisa melaporkan kepada kami,” tandasnya.

Pelaksanaan perempelan atau pemangkasan tersebut, salah satunya dilakukan di wilayah Banyumanik Semarang, Rabu (20/1/2021). Dibantu mobil crane, para pekerja dari Disperkim Kota Semarang melakukan pemotongan pohon, yang sudah menjorok ke jalan atau terkena kabel listrik.

“Ini menjadi lokasi kedua, sebelumnya kita sudah melakukan pemotongan pohon di wilayah Banjarsari Tembalang, kemudian saat ini di Sarinah Banyumanik. Sehabis ini, kita lanjut lagi di wilayah Damar Banyumanik juga,” papar Tresno, salah seorang petugas.

Dipaparkan, pemotongan pohon tersebut berdasarkan laporan masyarakat ataupun hasil inspeksi internal, yang melakukan patroli ke berbagai sudut wilayah di Kota Semarang.

“Paling sudah kalau ada pohon yang terkena kabel listrik, sebab harus lebih berhati-hati. Apalagi posisi kita di atas saat memotong dahan atau pohon,” ungkapnya.

Sementara, saat dihubungi terpisah, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang Sutikno, memaparkan fenomena angin kencang yang melanda di sejumlah wilayah di Jateng, termasuk di Kota Semarang, diakibatkan kondisi dinamika atmosfer karena adanya sirkulasi siklonik di selatan Indonesia.

“Hal tersebut memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di Jateng. Kondisi tersebut, didukung dengan masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan,” terangnya.

Imbasnya, potensi cuaca ekstrim dengan hujan intensitas lebat disertai kilat dan angin kencang pun bisa terjadi. “Kita mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati, terkait adanya potensi cuaca ekstrem , serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” pungkasnya.

Lihat juga...