Bangkitkan UMKM di Purbalingga Gandeng Ojek ‘Online’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Purbalingga mulai terdampak. Guna membangkitkan kembali sektor UMKM, Pemkab Purbalingga membuat program ‘Jajag-Jujug Bae’ dengan menggandeng ojek online.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan, dipertemukannya para pelaku UMKM dengan pelaku ojek online, akan saling melengkapi. Sebab, keduanya sama-sama terdampak dan sepi pelanggan.

“Jadi mereka ini saling membantu, UMKM terbantu dengan adanya ojek online yang mempermudah pembeli dan sebaliknya, ojek online juga terbantu karena bisa mendapatkan order. Sebab selama pandemi, penumpang ojek online menurun drastis,” kata Bupati yang biasa disapa Tiwi, Selasa (5/1/2021).

Dengan adanya program ‘Jajag-Jujug Bae’ pemesanan aneka jenis makanan hingga sayuran bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. Untuk pemesanan dalam kota Purbalingga, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, hingga barang pesanan sampai ke konsumen.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga membuat program ‘Jajag-Jujug Bae’ yang memudahkan ibu rumah tangga dalam berbelanja. Tidak perlu ke pasar, namun dengan menggunakan smartphone melalui aplikasi What Apps, belanja kebutuhan dapur bisa dilakukan dari rumah. Cara pembayaran dilakukan di rumah saat pesanan diterima.

“Jadi cukup di rumah saja, menggunakan aplikasi What Apps nanti tinggal langsung hubungi CS dari ‘Jajag-Jujug’, bapak ibu bisa langsung order kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan, nanti pesanan bapak ibu langsung akan diantar ke rumah,” jelas Tiwi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Ojol, Aji Purwoko mengatakan, program ‘Jajag-Jujug Bae’ sangat membantu rekan-rekan ojek daring. Pasalnya pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap pendapatan tukang ojek online.

“Kami sangat antusias ketika diajak bekerjasama dan menjadi mitra dalam program ‘Jajag Jujug’. Baik di Pasar Segamas Purbalingga maupun jajanan UMKM di Purbalingga Food Center,” katanya.

Saat ini koperasi ojol beranggotakan 230 tukang ojek daring, baik motor maupun mobil, dan semuanya mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi. Dengan adanya program tersebut, para ojol bisa mulai melayani konsumen dari berbagai pusat kuliner atau pun pasar tradisional.

“Waktu pelayanan pengiriman pesanan, maksimal 30 menit. Artinya setelah order diterima, kemudian disiapkan oleh pedagang di pasar atau pun di tempat kuliner lainnya. Kemudian kita ambil dan antar sampai ke konsumen, kurang lebih 30 menit. Sudah dipraktikkan beberapa kali dan rekan-rekan kami bisa memenuhi target waktu tersebut,” tuturnya.

Lihat juga...