Banjir di Jember Meluas

Warga menaikkan sepeda motor di atas papan kayu akibat banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember yang ketinggiannya mencapai satu meter, Kamis (14/1/2021) – Foto Ant

JEMBER – Banjir bandang dan banjir genangan, yang terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur semakin meluas. Dari semula hanya melanda dua kecamatan, kini sudah meluas ke-enam kecamatan, yang tersebar di 13 desa di kabupaten setempat.

“Ada enam kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, Ambulu, dan Tempurejo, namun yang terparah ada di Kecamatan Tempurejo dan Ambulu,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Satuki, Kamis (14/1/2021).

Sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari. Sementara banjir genangan merendam rumah warga di Kecamatan Tanggul, mulai Rabu (12/1/2021) sore. Dan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember pada Rabu (13/1/2021), menyebabkan banjir semakin meluas hingga ke beberapa kecamatan. “Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir tersebut dan mudah-mudahan tidak ada, karena kami juga mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir hampir satu meter,” tuturnya.

Menurutnya, banjir di Kecamatan Bangsalsari dan Tanggul sudah surut, sehingga bisa dilakukan pembersihan di sejumlah fasilitas umum dan pondok pesantren, yang terdampak banjir bandang. “Di Desa atau Kecamatan Bangsalsari, jumlah warga yang terdampak banjir bandang sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK) atau 337 jiwa dan tiga pondok pesantren juga terdampak,” rincinya.

Sedangkan di Kecamatan Tanggul, tercatat jumlah warga yang terdampak sebanyak 86 KK, dan 11 rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir. “Kami mengimbau, masyarakat untuk selalu siaga terhadap bencana banjir karena intensitas curah hujan masih cukup tinggi di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Banjir disebut-sebut, menerjang tiga desa di Kecamatan Gumukmas, tiga desa di Kecamatan Puger, satu desa di Kecamatan Ambulu, dan tiga desa di Kecamatan Tempurejo. “Kemungkinan jumlah desa dan kecamatan yang terdampak banjir di Jember akan bertambah, mengingat debit air sungai masih cukup deras mengalir ke hilir,” katanya.

Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin mengatakan, pihaknya menginstruksikan di masing-masing Koramil yang warganya terdampak bencana banjir, untuk melakukan upaya tanggap darurat. “Kami juga sedang berkoordinasi dengan Forkopimda dan BPBD Jember, untuk langkah-langkah lanjutan, sekaligus memberikan bantuan yang diperlukan bagi warga yang terdampak bencana banjir tersebut,” katanya. (Ant)

Lihat juga...