Banjir di Tanah Laut Sudah Sepekan, 5.753 Rumah dan 19.871 Jiwa Terdampak

Anggota Satlantas Polres Tanah Laut, mengevakuasi seorang bayi di lokasi banjir Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati – Foto Ant

PELAIHARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan mencatat, sebanyak 5.753 rumah dengan 19.871 jiwa, terdampak banjir di daerah itu. Banjir tercatat sudah terjadi sejak satu pekan terakhir.

“Dari sembilan kecamatan yang terdampak, Kecamatan Bati-Bati kondisinya paling parah dengan 2.218 rumah terendam dan 7.731 jiwa jadi korban banjir,” terang Kapolres Tanah Laut, AKBP Cuncun Kurniadi, di Pelaihari, Kamis (14/1/2021).

Dalam dua hari terakhir, kondisi banjir semakin parah dengan ketinggian air terus bertambah. Tim SAR gabungan bersama relawan, terus melakukan evakuasi penyelamatan warga, yang rumahnya terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi, namun ada yang mencapai satu meter lebih.

Selain rumah penduduk, satu jembatan penghubung Kota Pelaihari dan Pabahanan terputus lantaran tergerus banjir, dan jalan saat ini ditutup. Sejak Rabu (13/1/2021) , Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang merupakan titik perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru, juga tertutup akses jalannya, akibat debit air yang terus meninggi.

Sedangkan Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, menuju arah Pelaihari, banjir juga semakin tinggi, sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Termasuk di Kelurahan Angsau di Kecamatan Pelaihari juga terjadi genangan air di jalan raya. “Kami imbau agar warga yang rumahnya terdampak banjir mengikuti anjuran petugas dan relawan untuk mengungsi. Banjir belum ada tanda-tanda surut lantaran hujan yang masih terjadi,” kata Cuncun.

Polres Tanah Laut, bersama tim SAR gabungan dan relawan dibantu tim dari Polda Kalsel, telah mendirikan dapur umum di beberapa titik. Serta mendirikan tenda-tenda darurat, bagi warga yang mengungsi ke tempat lebih aman.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut, AKP M Taufiq Qurahman, bersama anggota, setiap harinya berpatroli menerjang genangan air guna menyisir warga yang masih terjebak banjir, untuk bisa dievakuasi sekaligus menyalurkan bantuan sembako. (Ant)

Lihat juga...