Banjir Sembakung Berstatus Darurat

Camat Sembakung, Zulkifli, menerima donasi yang dihimpun untuk membantu warganya yang terdampak banjir Sungai Sembakung, Rabu (20/1/2021) – foto Ant

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan, banjir kiriman dari Malaysia, yang melanda delapan desa di Kecamatan Sembakung sejak sepekan lalu, berstatus tanggap darurat.

“Saya sudah tanda tangani SK (surat keputusan)-nya, ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat,” ucap Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, Rabu (20/1/2021).

Setelah penetapan status tanggap darurat, tim dari pemerintah daerah yang dikomandoi Badan Penanganan Bencana Daetah (BPBD), akan turun ke lokasi kejadian untuk melihat perkembangannya. “Mungkin besok atau lusa, tim akan turun di lapangan melihat kondisi banjir dan bentuk penanganan yang akan dilakukan berikutnya,” sebut Laura.

Pemkab Nunukan akan melakukan langkah-langkah kongkrit, dengan berupaya mengungsikan warga terdampak banjir ke lokasi yang lebih aman. Selanjutnya, persiapan pemberian bantuan kepada warga terdampak. “Kita sedang mempersiapkan untuk pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir di Sembakung,” tandasnya.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sembakung, Abdullah menyatakan, kondisi air Sungai Sembakung saat ini sudah turun, dengan kedalaman 2,60 meter. Sebelumnya, saat meluap merendam rumah warga genangan air mencapai ketinggian satu meter. Hanya saja, warga tetap diberikan pemahaman, agar tetap waspada karena banjir kiriman dari Malaysia kadangkala datang secara mendadak. (Ant)

Lihat juga...