Bank Sampah di Ciracas Olah Sampah Jadi Kompos

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sampah organik di lingkungan RW 04, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, telah tertampung dan dimanfaatkan oleh Bank Sampah Maju Sejahtera untuk diproses menjadi pupuk kompos.

Pembuatan pukuk tersebut dikelola oleh petugas Bank Sampah Maju Sejahtera RW 04, yang digawangi oleh Arif Wahyudin, selaku direkturnya.

Memasuki area bank sampah yang berada di Taman Inspirasi RW 04, terlihat enam buah tong sampah warna biru yang berisi tumpukan sampah terparkir di sana. Tak jauh dari tong sampah itu, terdapat mesin penghalus sampah organik warna biru.

“Sebelum sampah organik dimasukkan ke tong sampah untuk difermentasi dan diurai dijadikan pupuk kompos, terlebih dulu dicacah di mesin penghalus ini,” kata Arief wahyudin, Direktur Bank Sampah Maju Sejahtera RW 04 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, saat ditemui di area Taman Inspirasi, Rabu (27/1/2021).

Menurut dia, pihaknya mengolah dua jenis kompos, yaitu pupuk kering dan cair. Pupuk kompos kering berasal dari daun-daun kering yang berguguran dari pohon atau daun tebangan pohon, yang didapat dari halaman rumah warga. Sedangkan, kompos cair berasal dari sampah-sampah rumah tangga berupa sisa sayuran, dan kulit buah-buahan.

Proses pengolahan sampah kompos ini, menurutnya memakan waktu dua bulan. Sejak awal, sampah-sampah itu dihaluskan dengan mesin, lalu dimasukkan ke dalam tong sampah komposter untuk difermentasi dengan campuran cairan EM4 (Effective Microoganism 4).

“Campuran cairan untuk fermentasinya bisa juga pakai tradisional, pakai gula merah dicampur. Kita tunggu sampai proses pembusukkan,” ujar Arif.

Kedua jenis pupuk kompos ini, menurutnya memiliki manfaat yang berbeda. Kompos padat digunakan untuk awal penanaman sayuran. Sedangkan kompos cair digunakan saat tanaman telah tumbuh.

“Saat ini, kami baru produksi 20 kilogram pupuk kompos, sehingga belum didistribusikan kepada warga. Jadi, baru untuk urban farming taman inspirasi ini. Hasilnya, sayuran dan tanaman produktif lebih subur,” urainya.

Arif berharap, warga turut berpartisipasi dalam mendukung peningkatan produksi pupuk kompos. Caranya, warga tidak lagi membuang sisa sayuran sembarangan, tetapi bisa dikirim ke bank sampah untuk diproses menjadi pupuk kompos.

Jika hasil produksi pupuknya meningkat, diharapkan bisa didistribusikan kepada warga RW 04 yang mencakup 16 RT. Kesemua lingkungan RT tersebut juga menggalakkan urban farming dalam upaya pelestarian lingkungan hijau.

“Karena tujuan kita buka bank sampah ini, bagaimana bisa mengurangi volume sampah  dari hulu yang dibuang ke hilir. Jadi, semua warga harus berpartisipasi,” pungkasnya.

Lihat juga...