Bank Sampah di Ciracas, Upaya Jaga Kebersihan Lingkungan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Untuk menjaga lingkungan bersih dan asri dari serakan sampah, RW 04 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, memberdayakan Bank Sampah Maju Sejahtera. Dalam sepekan, puluhan kilogram sampah yang telah dipilah warga, pun ditimbang oleh petugas bank sampah. 

Direktur Bank Sampah Maju Sejahtera, Arif Wahyudin, mengatakan penimbangan sampah terus berjalan meskipun di tengah pandemi Covid-19, sehingga bank sampah terus beroperasi melayani warga yang menyetorkan sampahnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, permasalahan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Seluruh lapisan masyarakat juga harus bergerak menangani masalah sampah. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah.

Direktur Bank Sampah Maju Sejahtera, Arif Wahyudin, memantau penimbangan sampah setoran warga di Bank Sampah Maju Sejahtera yang berada di area Taman Inspirasi RW 04 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2021). -Foto: Sri Sugiarti

“Bank sampah pilihan tepat untuk mengatasi masalah sampah di lingkungan sehingga menjadi lebih bersih dan nyaman,” ujar Arif kepada Cendana News, saat ditemui di lokasi Bank Sampah Maju Sejahtera di area Taman Inspirasi RW 04 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, program bank sampah mengubah paradigma masyarakat untuk memaknai sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomis. Maka, dalam hal ini mengajak warga mulai memilah sampah organik dan nonorganik.

“Sampah nonorganik ini bisa kita daur ulang menjadi beberapa macam produk kerajinan tangan dari koran bekas, botol plastik dan lainnya. Produk daur ulang ini bernilai ekonomis,” ujarnya.

Sedangkan sampah nonorganik yang tidak didaur ulang, seperti kardus dan botol plastik, misalnya, akan dijual kepada mitra kerja.

“Sementara ini, mitra kerja kita di hilirnya adalah Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur. Mereka yang membeli sampah nonorganik kita,” imbuhnya.

Untuk limbah basahnya, yakni sampah organik diproses menjadi pupuk melalui mesin pencacah dan komposter. Namun, pupuk padat dan cair yang dihasilkan saat ini hanya untuk mencukupi kebutuhan tanaman urban farming yang ada di taman inspirasi.

Kembali Arif menegaskan, bahwa tujuan bank sampah yakni bagaimana RW 04 dapat mengurangi volume sampah dari hulu yang dibuang ke hilir.

Misalnya, kata dia, sebulan ada 10 truk yang mengangkut sampah di lingkungannya. Tapi, diharapkan adanya bank sampah ini menjadi berkurang 6 truk pengangkutan sampahnya.

Sehingga, menurutnya yang 4 truknya terserap di Bank Sampah Maju Sejahtera untuk dikelola menjadi daur ulang produk kerajinan tangan dan pupuk.

“Diharapkan sih dari 100 persen, ya 80 persennya bisa dikelola di sini. Tapi, saat ini kita baru menyerap 15-25 persen sampah, padahal target kita itu 85 persen, berarti sudah tercapai tujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke hilir,” ungkapnya.

Arief berharap, ke depan keberadaan bank sampah menjadi solusi terbaik dalam pencapaian target pengurangan sampah di lingkungan lebih maksimal. Sehingga dia juga berharap partisipasi warga untuk dapat memilah sampah dan mengumpulkan di bank sampah.

Apalagi konsep yang diusung bank sampah ini memiliki manajemen, setiap warga yang setor sampahnya akan ditimbang. Dan, mereka akan mendapatkan buku tabungan bukti nominal yang didapat dari timbangan sampahnya.

“Warga dikasih buku tabungan, mereka setor sampahnya dicatat dimasukin di buku tabungan.  Jadi, misalnya kardus 5 kilo ditulis dalam buku tabungan itu tercatat jelas rincian nominalnya,” ujar Basori, Sekertaris Bank Sampah Maju Sejahtera.

Menurutnya, proses penimbangan sampah dilakukan dua kali dalam sepekan, yaitu hari Minggu dan Rabu. Sampah yang dihasilkan sekali penimbangan sebanyak 50 kilogram, dengan ragam jenis, di antaranya kardus, botol plastik dan logam, contohnya hari Rabu ini.

Terkait harga sampah, menurutnya memang masih di bawah standar harga pengepul. “Kalau untuk bersaing dengan pengepul, kita berat. Tapi, kan tujuan bank sampah ini memang bukan untuk komersil, lebih kepada pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut, harga kardus bekas Rp1.200 per kilogram, plastik botol mineral Rp2.300, botol plastik minuman mineral warna biru Rp2.500, dan botol minyak Rp1.800 per kilogram.

“Saat ini jumlah nasabah kita ada 42 orang warga. Total tabungan kurang lebih Rp5 juta lebih. Saat ini masih belum mendistrubisikan tabungan ini, jadi masih disimpan,” ujarnya.

Ke depan akan dibuat pom untuk pencarian buku tabungan sampah, sehingga warga bisa mengambil tabungannya kapan saja. Arif berharap, seyogyanya kalau sudah ada bank sampah lingkungan RW 004 tidak ada lagi sampah yang tercecer. Dia bersama kader pun tidak bosan untuk sosialisasi, menjaga lingkungan tempat tinggal bersih dari sampah.

“Tapi, kan nggak semudah kaya balik tangan. Kita nggak bosan untuk mengingatkan warga, tujuan kita bagaimana lingkungan kita itu bersih bisa menekan volume sampah yang dibuang ke hilir,” pungkasnya.

Lihat juga...