Bekasi Belum Terapkan Sanksi Bagi Penolak Vaksin

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, menegaskan tidak ada sanksi apapun bagi tenaga kesehatan (Nakes) di wilayah setempat jika mereka menolak untuk divaksin. Namun demikian dia meminta Nakes untuk bersedia tidak menolak.

“Kita akan memberikan argumentasi dan advokasi kepada Nakes jika ada yang menolak divaksin. Karena contoh Forkopimda sudah dilakukan,” ungkap Tanti, dikonfirmasi Jumat (15/1/2021).

Sebenarnya lanjut Tanti, kesediaan atau penolakan Nakes sendiri untuk divaksin tidak berurusan langsung dengan Dinas Kesehatan, tapi sudah melalui sistem atau verifikasi secara langsung. Artinya bagi yang menolak atau mau divaksin sudah terdata, dan jika menolak maka dipastikan tidak akan diberi vaksinasi.

Menurutnya, Dinkes akan terus memberi advokasi melalui argumentasi bagi yang menolak divaksin. Penerima vaksin juga diberi pilihan seperti tempat untuk pelaksanaan vaksinisasi bisa ditentukan sendiri lokasi layanan yang dianggapnya nyaman asal sesuai yang telah ditunjuk sebagai tempat pelayanan vaksin di Kota Bekasi.

“Sampai sekarang belum ada sanksi apapun bagi yang menolak. Kami tetap mengacu pedoman dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” tegas Tanti kembali.

Terkait jumlah vaksin disetiap tempat layanan kesehatan akan menyesuaikan dengan dropingan atau mengacu pada yang bersedia menerima vaksin di masing-masing tempat layanan kesehatan yang ditunjuk. Dinkes akan terus melakukan monitoring di lapangan.

Vaksin merupakan salah satu ikhtiar dengan harapan dapat memberi pengaruh positif dalam menurunkan kesakitan dan kematian akibat covid-19. Vaksin untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kekebalan secara menyeluruh dan menjaga produktivitas meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Adapun penerima vaksin sesuai dengan kelompok terbagi atas usia 18-59 tahun dengan syarat yang belum terkonfirmasi positif covid-19. Akan dilaksanakan di beberapa tahapan, pertama Januari-April, dengan sasaran tenaga kesehatan.

Tahap kedua di waktu yang sama juga dengan sasaran petugas layanan publik. Tahap ketiga April sampai Maret 2022, dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geofasial sosial dan ekonomi. Tahap keempat april 2021 sampai Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dengan pelaku ekonomi lainnya.

“Vaksinasi diberikan dua kali setiap sasaran dengan rentan waktu 14 hari. setelah vaksinasi pertama untuk memaksimalkan pembentukan kekebalan tubuh,” jelasnya menyatakan bahwa pemberian vaksin pada sasaran akan dilaksanakan di 120 layanan baik RS, Puskesmas dan klinik di wilayah Kota Bekasi.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, usai mengikuti vaksin perdana, mengimbau semua pihak untuk tidak khawatir dengan vaksin. Dia meminta warganya tidak termakan hoaks, dia memastikan vaksin aman dan halal.

“Saya berharap warga atau pun Nakes tidak khawatir dengan vaksin. Ini adalah ikhtiar dalam menekan angka penularan Covid-19 dengan memiliki antibodi yang baik. Saya sendiri sudah divaksin dan biasa saja,”tegasnya.

Lihat juga...