Bencana Berpotensi Timbulkan Klaster Covid-19 Pengungsian

BANJARMASIN – Anggota Tim Pakar ULM untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Hidayatullah Muttaqin, SE., M.Si., Pg.D., mengatakan bencana alam yang kini melanda berbagai daerah di Indonesia  berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 dari pengungsian.

“Masyarakat kesulitan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan kebersihan. Jika pemerintah tidak cepat mendeteksi, maka klaster pengungsian menjadi sumber ledakan baru pada Februari 2021,” kata Hidayatullah di Banjarmasin, Sabtu (30/1/2021).

Begitu pula keterlambatan dalam melakukan perawatan terhadap pengungsi dengan gejala berat, dapat menyebabkan lonjakan kasus kematian, khususnya di daerah bencana yang infrastruktur kesehatannya mengalami kerusakan.

Menurut Muttaqin, ancaman 500 kasus kematian harian pun menghadang pada Februari, makin besar seiring banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Januar, bahkan masih berpotensi terjadi di Februari 2021.

Indikator lain yang menggambarkan ledakan Covid-19, papar dia, adalah jumlah kasus konfirmasi baru sepanjang 1-29 Januari sudah menembus 300 ribu kasus. Ada pun jumlah pasien yang masih dalam status perawatan sebanyak 170 ribu kasus.

Ironisnya, ledakan kasus Covid-19 terjadi di tengah pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11-25 Januari 2021.

Untuk itu, Muttaqin menilai strategi penanganan pandemi dengan menerapkan PPKM kurang efektif. Di satu sisi tidak dapat menahan laju pertumbuhan kasus konfirmasi dan kematian, di sisi lain PPKM berdampak negatif terhadap perekonomian.

Sudah saatnya pemerintah mengadopsi kebijakan “lockdown” semacam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat secara nasional dan menyeluruh, dengan persiapan yang matang dan terukur.

Tujuan untuk memutus rantai penularan dengan memaksa penduduk untuk tinggal di rumahnya masing-masing. Sebab, laju penularan Covid-19 sangat bergantung pada laju mobilitas dan interaksi fisik manusia.

“Cina dan Vietnam merupakan contoh sukses negara yang efektif mengendalikan pandemi dengan ‘lockdown’ dan perekonomiannya tumbuh positif,” timpalnya. (Ant)

Lihat juga...