Bencana Kepung Jateng, Masyarakat Diminta Waspada

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Sejumlah bencana alam terjadi di wilayah Jawa Tengah, dari tingkat sedang hingga besar. Mulai dari banjir rob di wilayah Kota Semarang – Kabupaten Demak, banjir bandang di Kota Pekalongan, ancaman erupsi Gunung Merapi meliputi Kabupaten Magelang-Klaten- Boyolali, hingga tanah longsor di sejumlah kabupaten/kota.

“Pada musim penghujan, apalagi intensitasnya yang makin tinggi, tentu potensi bencana juga meningkat. Mulai dari angin puting beliung, longsor, banjir hingga gunung berapi, ini semua harus diwaspadai. Maka semuanya, saya minta untuk selalu melihat ramalan cuaca, informasi cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tiap hari,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Kamis (21/1/2021) petang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Kamis (21/1/2021) petang. –Foto: Arixc Ardana

Pihaknya juga meminta stakeholders terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah, untuk bersiaga. “Terutama di wilayah pantura, dengan potensi banjir air hujan hingga rob,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa (19/1/2021) banjir dengan tinggi muka air mencapai 120 centimeter terjadi di wilayah Kota Pekalongan. Bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Gabus, sehingga menyebabkan tiga wilayah kecamatan kebanjiran, yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan melaporkan 12.065 unit rumah terendam dan 191 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

Selain itu, banjir rob juga terjadi di wilayah Kota Semarang-Kabupaten Demak pada Rabu (20/1/2021), sehingga menyebabkan kemacetan cukup panjang, karena jalur lalu lintas pantura tergenang banjir.

“Saya minta Dinas Bina Marga dan PUPR agar berpatroli. Utamanya, untuk memperbaiki atau menambal jalan yang rusak karena intensitas hujan tinggi,” tandasnya.

Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, memaparkan, pihaknya sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob di wilayah pantura.

“Banjir rob ini terjadi akibat adanya aktivitas pasang air laut, ditambah gelombang tinggi dan intensitas curah hujan tinggi, dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah pantura Jateng berupa banjir pesisir atau banjir rob,” terangnya.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga, untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob, serta memperhatikan pembaharuan informasi cuaca dari BMKG.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung, menjelaskan untuk penanganan banjir rob di wilayahnya, khususnya di jalur lalu lintas pantura, khususnya di wilayah Kaligawe, pihaknya sudah mengoptimalkan rumah pompa yang ada.

“Kita lebih optimalkan lagi pompa di Genuk, Sringin, dan Kali Tenggang. Harapannya, banjir rob tidak terjadi, sehingga setidaknya bisa dikurangi dampaknya,” pungkasnya.

Lihat juga...