Bersepeda Pagi Hari, Olah Raga Penjaga Stamina Tubuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menjalankan gaya hidup sehat semakin meningkat kala pandemi Covid-19 dengan rutin berolah raga. Bersepeda jadi alternatif menjaga kebugaran tubuh.

Evi Santika, warga Tanjung Karang, Bandar Lampung menyebut, ia memilih waktu pagi hari untuk olahraga bersepeda. Aktivitas out door tersebut rutin dilakukan secara individu dan kerap bersama komunitas.

Aktivitas bersepeda sebut Evi Santika, jadi alternatif baginya untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ia mengaku telah memiliki sepeda sejak lima tahun silam.

Hingga akhirnya muncul tren olahraga sepeda dengan variasi bentuk dan jenis sepeda ia semakin rutin menggowes. Gowes istilah lain untuk bersepeda, ideal dilakukan pagi hari dengan sejumlah pertimbangan.

Bersepeda kala pagi hari sebutnya dilakukan usai bangun tidur. Bersama sang suami ia memilih bangun pagi untuk menyusuri jalan protokol di kota Bandar Lampung.

Rute Jalan Kartini, Teuku Umar, Raden Intan dilintasinya sebelum masuk ke stadion Saburai di Jalan Sriwijaya, Enggal. Bersepeda pagi hari membuat ia bisa menikmati udara segar, belum banyak polusi, kendaraan belum padat.

“Setahun masa pandemi Covid-19 imbas tidak ada aktivitas anak sekolah, membuat jalanan lebih lengang kala pagi, bisa dimanfaatkan untuk olahraga bersepeda di jalan raya. Namun akan lebih aman dan nyaman dalam area lapangan Saburai milik Korem 043 Garuda Hitam,” terang Evi Santika saat ditemui Cendana News, Jumat (22/1/2021).

Bersepeda menjadi olahraga yang digemari masyarakat karena kaya manfaat. Evi Santika bilang bersepeda mendorong semua otot tubuh bergerak.

Sebagai wanita yang bekerja di kantor sebuah perusahaan swasta ia menyebut kerap terlalu lama duduk. Mengayuh atau menggowes sepeda dengan pengaturan gigi yang pas membuat kakinya aktif bergerak. Gerakan mengayuh ikut menjaga keseimbangan tubuh.

Olahraga bersepeda dengan pergerakan anggota tubuh sebut Evi Santika ikut memacu jantung. Ia melakukan rute pendek dan jauh untuk menyesuaikan kondisi fisiknya.

Sejumlah titik istirahat diantaranya tugu juang, bundaran gajah dan lapangan Saburai memasok oksigen yang baik bagi tubuhnya. Kegiatan bersepeda dengan fisik selalu bergerak sekaligus mendorong metabolisme tubuh.

“Berat badan bisa berkurang karena lemak terbakar apalagi bagi saya yang menginginkan berat badan ideal,” tegasnya.

Sutrisno, pecinta olahraga sepeda memilih pagi hari langsung bersepeda di lapangan Saburai. Ia menyebut bersepeda di lapangan yang bebas kendaraan bermotor tersebut lebih aman dan nyaman. Sebab lapangan yang luas tersebut memiliki trek khusus sepeda. Selama pandemi Covid-19 ia menjadikan kegiatan bersepeda untuk menjaga stamina tubuh.

Kegiatan bersepeda pagi hari jadi aktivitas rutin Sutrisno menjaga kebugaran tubuh di lapangan Saburai, Enggal, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Jumat (22/1/2021) – Foto: Henk Widi

Pengaturan napas saat bersepeda sebutnya jadi salah satu cara menjaga kesehatan paru-paru dan jantung. Saat pagi udara yang segar mampu memompa semangat, melepas stres dan energi positif. Kegiatan olahraga sebutnya juga dilakukan bersama sang anak yang duduk di bangku SMP. Aktivitas rekreasi dengan bersepeda sekaligus mendekatkan diri dengan anak secara personal.

“Selama ini anak sibuk bersekolah, belajar online sehingga kesempatan bersepeda bisa menjadi sarana untuk menjalin komunikasi intens,” cetusnya.

Tren bersepeda pagi hari dilakukan oleh Nurjaman dan Hasanah, suami istri yang ikut dalam komunitas sepeda. Keduanya kerap ikut kegiatan komunitas sepeda berkeliling kota Bandar Lampung hingga Pesawaran.

Menggunakan tipe sepeda jenis lipat dan sepeda gunung keduanya memilih lapangan Saburai untuk bertemu anggota komunitas sepeda lainnya. Sosialisasi dengan tetap menerapkan physical distancing memberi energi positif.

Olah raga sepeda dilakukan suami istri Nurjaman dan Hasanah menjaga kebugaran tubuh di lapangan Saburai, Enggal, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Jumat (22/1/2021) – Foto: Henk Widi

Selama kegiatan bersepeda Nurjaman juga menyebut tetap memakai alat keselamatan. Pelindung lutut, sarung tangan, helm tetap digunakan saat bersepeda pada jalan umum.

Kegiatan bersepeda yang bermanfaat untuk olahraga sebutnya kerap dijadikan sarana rekreasi. Anggota komunitas Gowes yang diikutinya juga kerap menggelar fun bike ke sejumlah pantai. Selain refresh pikiran, stamina tubuh juga ikut terjaga.

Lihat juga...