BMKG Banjarnegara Optimalkan Penyebarluasan Info Gempa Berbasis Radio

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie – Foto Ant

BANJARNEGARA – Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), mengoptimalkan upaya penyebarluasan informasi gempa berbasis gelombang radio. Hal itu akan dilakukan di 2021 ini, sebagai salah satu upaya mitigasi bencana.

“Stageof Banjarnegara di 2021 ini, akan mengoptimalkan sistem diseminasi informasi gempa melalui frekuensi radio, seperti yang selama ini terus kami kembangkan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie, Rabu (6/1/2021).

Sistem diseminasi informasi gempa dan peringatan dini melalui gelombang radio, berfungsi untuk mengubah pesan atau informasi berbasis teks menjadi suara. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan secara otomatis, menggunakan perangkat transmiter radio yang ada di BPBD setempat. “Jika masyarakat, biasanya menerima informasi kegempaan dalam format teks atau grafis, maka pada sistem berbasis radio ini, pesan tersebut diubah menjadi pesan suara,” katanya.

Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan informasi tersebut cukup mengatur perangkat radio miliknya, untuk bisa terhubung dengan gelombang radio BPBD setempat. “Alat tersebut sangat bermanfaat untuk memberikan informasi, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di daerah dengan koneksi internet yang belum memadai, selain itu juga bagi kaum disabilitas yang mungkin memiliki kendala untuk membaca info gempa berbasis teks atau grafis,” katanya.

Selain itu, peralatan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh para pegiat kebencanaan di lapangan, yang membutuhkan informasi terkini dari BMKG. Saat ini, BMKG juga sedang mengembangkan versi terbaru dari perangkat tersebut. “BMKG pusat menurut rencana akan memasang alat tersebut di 30 stasiun geofisika di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan BNPB. Kami akan memanfaatkan frekuensi radio resmi, yang memang diperuntukkan bagi kebencanaan,” katanya.

Untuk wilayah Jawa Tengah, BMKG akan mengembangkan dan menambahkan fitur informasi cuaca ekstrem pada perangkat tersebut. “Hal ini akan sangat bermanfaat khususnya pada saat puncak musim penghujan seperti saat ini,” katanya.

Sementara untuk di Stasiun Geofisika Banjarnegara, pihaknya bekerja sama dengan pusat gempa dan tsunami BMKG pusat, untuk mengembangkan alat tersebut. (Ant)

Lihat juga...